Menurut  DR. Rer. Nat. Budiawan Pakar Toksikologi Kimia ada tingkatan penilaian bagi industri dalam mengelola limbahnya. Tingkatnnya disebut dengan proper. Proper dalam limbah disimbolkan dengan warna dari proper merah hingga emas.Industri yang mendapat peringkat proper merah  ia telah melakukan pengelolaan lingkungan lebih dari yang dipersyaratkan dan telah melakukan upaya 3R (Reuse, Recycle), menerapkan sistem pengelolaan lingkungan yang berkesinambungan, serta melakukan upaya-upaya yang berguna bagi kepentingan masyarakat pada jangka panjang.

Proper hijau berarti telah melakukan pengelolaan lingkungan lebih dari yang dipersyaratkan,telah mempunyai sistem pengelolaan lingkungan, mempunyai hubungan yang baik dengan masyarakat, termasuk melakukan upaya 3R (Reduce, Reuse, Recycle).Proper biru telah melakukan upaya pengelolaan lingkungan yang dipersyaratkan sesuai dengan ketentuan atau peraturan yang berlaku.

Proper biru minus industri telah berupaya mengelola lingkungan, akan tetapi beberapa upaya belum mencapai hasil yang sesuai dengan persyaratan sebagaimana diaturdalam peraturan perundang-undangan. Proper merah industri telah berupaya pengelolaan lingkungan,akan tetapi baru sebagian mencapai hasil yang sesuai dengan persyaratan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Sedangkan proper merah minus industri telah berupaya pengelolaan lingkungan, akan tetapi baru Sebagian kecil mencapai hasil yang sesuai dengan persyaratan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Dan yang terakhir proper hitam berarti perusahaan belum melakukan upaya pengelolaan lingkungan berarti, secara sengaja tidak melakukan upaya pengelolaan lingkungan sebagaimana yang ipersyaratkan, serta berpotensi mencemari lingkungan.

Menurut Budiwan berbeda dengan luar negeri, Indonesia negara yang cukup fleksible dalam Memberikan sanksi bagi industri yang tingkat pencemaran limbahnya sudah parah. Ia menyarankan sebaiknya pemerintah memberikan semacam sertifikasi predikat bagi para pelaku industri yang tingkat pencemaran limbahnya mencapai proper emas. Dan memberikan sanksi semacam tak boleh meminjam uang di bank jika industri berada di proper hitam. Sehingga pelaku industri tak lagi main-main dalam mengolahnya. Karena limbah memang  tak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Limbah bisa menjadi  kawan bahkan uang jika manusia memang peduli untuk mengolahnya. Namun limbah bisa lawan yang harus dimusnahkan bila ia tetap dibiarkan.