Dari tahun ke tahun produksi susu di Indonesia semakin meningkat namun belum dapat memenuhi permintaan dan produk susu dalam negeri. Di tahun 2011, produksi susu di Indonessia mencapai  926 103 ton dan permintaannya adalah 3545 dengan harga susu internasional sebesar $400/ton, akan menguras devisa sebesar $10,476,000/th.

Untuk mengurangi kesenjangan kebutuhan sekaligus meningkatan kualitas susu maka perlu dilakukan intervensi nutrisi pada ternak ruminansia laktasi termasuk kambing perah. Jika dilihat dari populasi kambing di Indonesia pada tahun 2011 mencapai 17,483 103 dari jumlah ini terdapat potensi alternatif produksi susu sebesar 0,9 % pertahun atau sekitar 8,310 ton.

Menurut Toto Toharmat, dari Departemen Ilmu Nutri dan Pakan IPB salah satu untuk meningkatkannya maka dibutuhkan suatu suplemen yang mengandung polyunsaturated fatty acid (PUFA) dan temulawak pada kambing perah lakstasi.

Kandungan asam lemak susu kambing umumnya didominasi oleh rantai asam lemak pendek dan rantai asam lemak panjang. Selain itu dibutuhkan juga ragi yang dikenal dengan rumen enhancer yang mampu memperbaiki metabolisme nutrisi di dalam rumen. Sedangkan temulawak  bisa dimanfaatkan  untuk memodifikasi asam lemak susu.