Teknopreneur.com – Dulu mengolah air limbah merupakan kegiatan yang cost center bagi suatu  industri sehingga menjadi kegiatan yang tidak menarik dari sisi bisnis. Namun dari sisi lingkungan kegiatan ini berdampak besar terhadap keberhasilan pelestarian lingkungan,”tutur Udin Hasanudin Peneliti Limbah Cair Agroindustri. Meskipun begitu ia tetap melakukan penelitian limbah cair agroindustri. Ia pikir jika penelitian ini berhasil maka akan menjadi daya tarik bagi para pelaku industri karena tak hanya akan menghasilkan keuntungan namun juga bisa menjamin pelestarian lingkungan.

Sejak tahun 1991 ia telah melakukan penelitian namun baru tahun 2005 mendapat tanggapan. Kini dosen Teknologi Hasil Pertanian Universitas Lampung bersama timnya telah bekerjasama dengan JFE Techno Research dan Toyohashi University of Technology, Japan untuk mengembangkan teknologi ini. Penelitian ini telah mendapatkan dukungan dana dan peralatan dari NEDO, Japan. Dan kini semakin tahun ternyata penelitian lulusan strata dua Institut Teknologi Bandung ini semakin digunakan oleh perusahaan-perusahaan di Lampung.Seperti Great Giant Pinneaple (GGP), Umas Jaya, Gunung Madu Plantations (GMP), dan beberapa pabrik milik PTPN VII yang merupakan penyumbang limbah agroindustri terbesar.

Udin telah meneliti berbagai jenis limbah cair industri seperti  tapioka, kelapa sawit, bioethanol, tepung sagu, pengalengan nanas, kotoran sapi, karet, gula. Namun yang sangat potensial adalah limbah cair industri tapioka, kelapa sawit, bioethanol, pengalengan nanas, dan kotoran sapi. Limbah cair yang telah ia olah menjadi ini memegang peranan penting dalam manajemen Limbah karena metana yang terkandung dari bahan bakar minyak merupakan gas rumah kaca (GRK) yang berpotensi 21 kali lebih besar menimbulkan pemanasan global dibandingkan dengan karbon dioksida yang terkandung dalam air limbah tapioka.  Untuk 400 ton/hari tapioka bisa menghasilkan energi listrik sebesar 3,91megawatt. Sedangkan untuk 45 ton tandan sawit segar/ jam bisa menghasilkan istrik sebesar 1,28 megawatt.

Akhirnya Udin bisa bernafas lega, penelitian tentang pengelolaan limbah industri yang pernah tak digubris pemerintah maupun pelaku industri, justru semakin diminati. Dan hasilnya para pelaku industri kini berlomba-lomba mengubah limbah cair menjadi biogas yang akan dijadikan sumber energi. Dan Udin yakin kegiatan pengolahan limbah cair akan menjadi profit center suatu saat nanti.