Teknopreneur.com – Pemerintah Korea Selatan akan merilis layanan nirkabel generasi 5 atau teknologi 5G dengan nilai investasi 1,6 triliun won atau senilai Rp18 triliun pada Desember 2020 nanti, sementara layanan uji coba 5G dioperasikan tahun 2017.

Dengan momentum ini, Pemerintah Korsel juga berusaha memperluas industri peralatan infrastruktur telekomunikasi yang relatif lebih lemah dibandingkan dengan sektor perangkat mobile yang perkasa.

Saat ini Korea Selatan menguasai 30% pangsa pasar perangkat mobile di dunia. Sayangnya, menurut Kementerian Sains Korea Selatan kondisi tersebut tidak dialami oleh industri infrastruktur telekomunikasi. “Namun industri perangkat infrastruktur telekomunikasi hanya menguasai 4,4% pangsa pasar global, dengan ekspor yang sangat terbatas,” ujar kementerian itu seperti yang dikutip dari AFP.

Kekuatan Korea Selatan pada industri mobile memang sangat besar. Pada tahun 2012 saja, Grup Samsung tercatat memiliki 425 ribu orang pekerja dengan pendapatan sebesar US$268,8 miliar dan pendapatan bersih (netto) sebesar US$ 26,2 miliar.

Sementara pada Q3 tahun 2013 kemarin, Samsung tercatat telah mengirim sebanyak 88,4 juta unit smartphone ke seluruh dunia, menguasai lebih dari 35% pasar smartphone dunia, naik dari pengiriman pada kuartal ketiga tahun 2012 sebesar 32,9% atau sebanyak 56,9 juta unit. Galaxy S4 terjual lebih dari 40 juta unit dan meskipun pengiriman model mungkin mulai melambat, Galaxy Note 3 mengambil alih dengan permintaan yang solid. Samsung tidak hanya kuat di pasar smartphone droid flagship juga di pasar smartphone droid kelas low-end dengan mengandalkan Galaxy Y.

Saat ini produsen perlengkapan telekomunikasi asal China seperti Huawei menguasai 26% pasar global. Sementara Seoul ingin menguasai 20 ceruk pasar peralatan infrastruktur telekomunikasi global sampai 2020, kata Kementerian Sains Korsel.