Teknopreneur.com –Iseng, itulah kata yang pertama kali muncul pada siswa kelas XI SMA Negeri 28 Jakarta, Lintang Matahari Hasan. Ia kemudian bersama timnya yang berjumlah tiga orang mengikuti kompetisi Underwater Robot, MATE ROV di Hongkong. Meskipun iseng ternyata masuk 10 besar. Dari situ semangat kompetisi Lintang bersama timnya berkobar, berbagai kompetisi robot pun mereka cicipi satu persatu.

Menjadi juara Asia Pacific Information and Communication (APICTA) kategori Student Project adalah kebanggaan terbesar bagi Lintang. Siapa sangka siswa Indonesia bisa melanglang kesana mengalahkan negara-negara hebat se Asia Pacific pastinya. APICTA bukanlah kompetisi yang pertama maupun yang terakhir, sebelumnya mereka telah mengikuti ajang Award robot olympiad di (WRO), Malaysia Parahiyangan Robotic Competition (PRC) mendapatkan juara pertama Award robot olympiad di IIndonesia Information and Communication Technology Award (INAICTA)  2013. Danbulan ini mereka juga meluncur ke Singapura untuk mengikuti kompetisi Singapore Robotic Games (SRG) dari tanggal 21-22 Januari 2014.

Dari kesekian banyak lomba, APICTA adalah hal yang paling dibanggakan oleh sekolah yang terletak di Jalan Raya Ragunan Pasar Minggu ini. Bagaimana tidak menjadi juara pertama dalam kawasan Asia dan Pasific. APICTA sendiri merupakan adalah ajang kompetisi perangkat lunak di Asia Pasifik yang diselenggarakan tiap tahun. Biasanya peserta adalah pemenang APICTA di negara masing-masing. Kompetisi ini sudah ada sejak tahun 2001 dengan dukungan dan inisiasi Pemerintah Malaysia yang sedang giat mendorong perkembangan industri berbasis TI di negaranya.