Teknopreneur.com – Siapa sangka, sampah plastik yang selama ini menjadi momok polutan ekologi karena proses pelapukannya yang lama hingga memakan waktu ratusan tahun, ternyata bisa diolah menjadi Miplas (minyak plastik) yang berpotensi sebagai bahan bakar alternatif. Satu lagi inovasi pengolahan limbah yang berasal dari Indonesia.

Plastik kini menjadi permasalahan limbah dunia, karena membutuhkan waktu yang lama untuk terurai kembali. Namun, dibalik persoalan itu kini telah muncul inovasi alternatif yang mampu mengubah plastik menjadi minyak. Plastik bisa diurai menjadi minyak -melalui tehnik distilasi salah satunya- karena plastik berasal dari produk turunan minyak bumi dan memiliki rantai karbon. 

Seorang insinyur warga Kabupaten Banyumas, Ir Suparmin Sinuang Raharjo berhasil mengembangkan proses konversi ini dalam sebuah alat yang dinamakan distilator. Dalam alat tersebut, plastik – plastik dikumpulkan dalam sebuah wadah yang terdapat pipa uap dan dipanaskan hingga plastik meleleh. Dari pipa tersebut, nantinya akan keluar Minyak Plastik yang merupakan hasil dari proses destilasi dan kondensasi di pipa.

Inovasi ini, berpeluang untuk dijadikan sebuah usaha baru. Baik perseorangan, kelompok, bahkan nasional. Karena minyak hasil dari destilasi ini dapat mengurangi ketergantungan terhadap BBM. Terlebih, bisa dikembangkan menjadi bahan bakar kendaraan mesin diesel, dan bahan bakar kompor sebagai pengganti minyak tanah.

Inovasi ini, terpilih oleh BIC (Business Innovation Center) dalam katalog 104 Innovation Indonesia tahun 2012.