Astutik, si Kompor Listrik Dari Yogya Juarai Mandiri Young Teknopreneur 2013

103
Mandiri Young Technopreneur 2014

Teknopreneur.com – Berkat inovasi yang mampu menghemat penggunaan listrik sebesar 65 % dan minyak tanah sebesar 95 % pada kompor pembatik, kompor listrik batik (Astutik) berhasil rebut posisi ke dua dalam penghargaan Mandiri Young Technopreneur 2013 kategori Non IT.

Dicabutnya subsidi minyak tanah dan naiknya harga listrik (TDL) menambah beban operasional para pembatik di beberapa kota sentra pembuatan batik. Fenomena ini, rupanya membuat beberapa mahasiswa UNY (Universitas Negeri Yogyakarta) berinovasi membuat rupa produk berbasis teknologi tepat guna yang mampu mengatasi persoalan diatas dan membantu pembatik khususnya. Sehingga terciptalah Astutik (Auto-Electric Stove for Batik), sebuah kompor listrik yang telah dimodifikasi agar hemat dan dapat digunakan pembatik secara mudah namun murah.

Walau mengaku sempat grogi ketika mepresentasikan Astutik di hadapan dewan juri (13/1), hal itu tak membuat Tim Astutik yang digawangi oleh Rizky Hadi Oktia Venny, Andik Asmara, Nova Suparmanto dan Aris Setyawan tak kehilangan nilai dihadapan juri. Akhirnya, setelah menjelaskan dengan singkat, Astutik yang saat ini berhasil menjadi juara kedua setelah Adjuvant Herbisida, mampu mendigitkan nilai hingga sebanyak 385,83

Kompor Astutik seperti dikutip dari profil produknya menggunakan sistem PID (dari singkatan bahasa Inggris: Proportional–Integral–Derivative controller) merupakan kontroler untuk menentukan presisi suatu sistem instrumentasi dengan karakteristik adanya umpan balik pada sistem tesebut. Saat alat bekerja dan mendeteksi jenis atau kriteria malam yang dipakai maka pada saat mencapai suhu yang telah ditentukan panas akan tetap stabil pada suhu tersebut, sehingga panas yang dihasilkan menjadi tetap konsisten.

Hasilnya adalah malam tetap mencair dan konsumsi lisrik lebih hemat serta produksi meningkat.Inovasi ini dapat diterapkan pada industri batik tulis sehingga dapat menjaga kestabilan suhu dan menghemat pengeluaran biaya listrik. Selain itu, menurut Rizky, saat ini kompor Astutik telah banyak dibeli oleh sekolah-sekolah dalam menunjang kegiatan praktik membatik para siswanya. Selain itu, konsumen dari Jepang pun pernah membeli produknya.