Bloobis Juarai Mandiri Young Technopreneur Kategori IT

138
Mandiri Young Technopreneur 2014

Teknopreneur.com – “Sulitnya mencari darah saat dibutuhkan. Dan tak jarang di  saat genting justru dimanfaatkan oleh sebagian orang. Harga darah dilambungkan. Itu contoh nyata,”ujar Herry Abdul Aziz, Direktur Pemberdayaan Industri Informatika. Ia  pernah mengalaminya. Saat saudaranya membutuhkan darah namun kehabisan, bukannya ditolong justru ia diajak bernegosiasi masalah harga darah. Jika cocok maka akan dicarikan jika tidak maka dibiarkan.

Contoh nyata itu pun terjadi tak lama ini, keterlambatan dalam pencarian stok darah A yang dialami pasien korban kecelakaan Bintaro (10/12) menyebabkan si pasien tak bisa dioperasi hingga akhirna meninggal dunia. Maka itu kita membutuhkan suatu teknologi yang tak hanya bernilai bisnis namun juga sosial bisa menyelamatkan nyawa orang,”ujar Herry. Ia mengharapkan Blood Bank Information System (BloobiS) bisa menjawab kebutuhan itu.

BloobiS adalah sebuah aplikasi yang diciptakan oleh 12 anak muda yang diketuai oleh Adhika Ilham Dhata Pratomo ini merupakan aplikasi yang pertama di Indonesia yang mampu menghubungkan pihak penyedia darah (Unit Donor Darah / UDD sebagai cabang Palang Merah Indonesia yang mengurusi proses transfusi darah) dengan pihak pencari darah (masyarakat luas, keluarga pasien, dan rumah sakit/RS) dengan mengintegrasikan seluruh informasi rantai pasok kantong darah mulai proses pendataan histori pendonor, penyadapan darah, manajemen kantong/stok darah, pemesanan & pengiriman kantong darah, pemakaian darah, sampai fitur sosial yang langsung berhubungan dengan penyampaian informasi stok darah dan kegiatan donor kepada masyarakat luas.

Aplikasi dari Institut Teknologi Surabaya ini menjadi juara dalam Kompetisi Mandiri Young Technoprenur, mengalahkan 305 peserta yang masuk ke babak final. Mereka mendapatkan hadiah sebesar 50 juta rupiah dan dana hibah untuk implementasi teknologi sebesar 500 juta rupiah. Presiden Republik Indonesia,Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutannya mengatakan bangga pada pemuda-pemuda Indonesia yang mengikuti kompetisi ini. Baginya para finalis bukanlah hanya calon wirausaha melainkan calon-calon pemimpin bisnis.

Salah satu dewan juri, Harjanto Prabowo mengharapkan dengan menangnya Bloobis bukan hanya dijadikan bisnis yang berbasis teknologi namun juga bisnis yang bersifat sosial karena semua orang mengharapkan pertolongan darah ini.