Teknopreneur.com – Secara persenjataan mungkin militer Indonesia kalah canggih dengan negara lain, tapi secara kemandirian boleh diadu. Memang anggaran belanja militer Indonesia tidak sebesar negara-negara tetangga, namun tak berarti inovasi terhenti. Terbukti dengan kemampuan BPPT membuat pesawat nir awak untuk berbagai kebutuhan termasuk militer. Meskipun hanya baru mampu terbang sampai empat jam saja sehari sejauh  sekitar 73  kilometer dari pusat operasionalnya. Namun demikian pesawat yang di namakan Wulung itu merupakan buatan  dalam negeri, yang  ditujukan untuk kepentingan sipil meskipun bisa juga kedepan digunakan untuk kepentingan militer.

Proyek yang didanai oleh Kementerian Pertahanan itu diharapkan bisa diproduksi secara massal pada tahun 2014,yang bisa digunakan untuk mengawasi kawasan-kawasan perbatasan Indonesia dengan negara- negara lain.Terkait  masalah itu pesawat-pesawat  tanpa awak tersebut akan ditempatkan di kawasan  di daerah-daerah perbatasan dengan Malaysia,Timor Leste, PNG dan Australia. Pesawat -pesawat tanpa awak  buatan Indonesia itu juga akan digunakan untuk memantau dan menjaga dari  aktifitas-aktifitas ilegal di seantero Nusantara, seperti pencuriaan ikan, ilegal logging dan sebagainya.

Selaian itu pesawat  tersebut   digunakan untuk membantu Indonesia dalam mengawasi  sekitar 17.000 pulau dan berbagai perbatasannya, ujar Samudro Direktur Badan Penerapan Riset dan Teknologi yang ikut merancang prototype Wulung  terseb ut. Dan kononnya pula pesawat-pesawat  tanpa awak tersebut siap diproduksi besar-besaran bagi Angkatan Udara Indonesia tahun ini juga.