Teknopreneur.com – Menurut Prof Bj Habibie dalam Olimpiade Online Nasional (19/12)/ Perilaku atau pembawaan manusia itu ditentukan oleh kromosom baik  di Cina, India, Jepang, Jerman, Indonesia sama saja. Kromosom wanita itu stabil berarti sejak 200.000 tahun sedangkan pria semakin mengecil. Jika begini terus maka jumlah wanita semakin meningkat namun laki-laki menghilang. Apa hubungannya dengan prestasi di Denpasar? Mengapa untuk Olimpiade Online Nasional, juara paling banyak diraih di Denpasar?

Kita ambil suatu permisalan pada manusia yang berada dalam satu ruangan. Mereka sama-sama diberikan waktu oleh Tuhan hanya 24 Jam tak ada yang lebih maupun yang kurang. Tapi mengapa si A menyelesaikan masalah  dalam waktu 5 menit sedangkan si B 5 hari tidak selesai. Begitu juga dalam menghasilkan suatu karya, dua orang kakak beradik bahkan kembar sekalipun pasti ada perbedaan dalam menghasilkan karya. Yang satu menonjol yang satu normal-normal saja.

Jawabannya karena produktivitas itu tergantung dari perilaku anda yang ditentukan oleh budaya yang melalui proses pembudayaan. Dengan meningkatnya nilai budaya maka semakin bertambah juga nilai tambah pribadi. Dan untuk membentuk budaya juga diperlukan dengan proses agama.Mau agama apa saja sama, asal bersinergi positif. Maksudnya sinergi budaya dan agama jika digambarkan dalam angka satu tambah satu sama dengan dua itu sinergi normalnya. Namun satu tambah satu sama dengan seribu jika bersinergi positif atau satu sama dengan satu sama dengan minus seribu jika bersinergi negatif. Jadi kedua faktor tersebutlah yang berperan dalam produktivitas atau prestasi manusia.

Tapi masih ada lagi faktor yang mempengaruhi yaitu pendidikan. Namun tak semua orang mampu untuk mencapai pendidikan hingga sarjana, magister apalagi doktor. Oleh sebab itu harus ada peran perempuan atau ibu dalam hal ini. Ibu berkewajiban agar si anak punya nilai tambah yang tinggi dalam proses pembudayaan ditambah dengan iman dan takwa.

“Sehingga saya menyarankan agar seorang wanita yang dititipkan anak, lebih memilih mendidik sang anak dibandingkan dengan berkerja. Dan balik lagi mengapa Denpasar yang memiliki prestasi lebih unggul dibandingkan provinsi lainnya. Karena ibu-ibu di Denpasar sejak anak-anaknya lahir sudah mengenalkan tentang proses pembudayaan dan nilai keagamaan,” tutur profesor pembuat pesawat terbang tersebut.