Teknopreneur.com  – Pada tahun 2012,  dunia menghasilkan hampir 54 juta ton (49 juta metrik ton) dari produk listrik dan elektronik. Apabila dirata-ratakan, maka diperoleh hasil bahwa setiap orang di dunia selama setahun menghasilkan limbah elektronika setara dengan berat delapan batu bata (20 kg), apabila diasumsikan dengan jumlah penduduk bumi yang berjumlah Tujuh miliar.

Diperkirakan, pada tahun 2017 nanti volume limbah elektronik di seluruh Dunia beratnya akan menyamai jumlah volume setara 200 gedung Empire State.

Hal tersebut  berdasarkan data yang dikumpulkan oleh organisasi bentukan PBB, pemerintah dari negara-negara produsen elektoronika, dan lembaga swadaya masyarakat dan ilmu pengetahuan dalam sebuah kemitraan yang dikenal sebagai “Solving the E-Waste Problem (StEP) Initiative” menyatakan bahwa, dalam jangka waktu tiga sampai lima tahun ke depan, jumlah E-Waste (limbah elektronika) di dunia akan membengkak dengan Amerilka dan China sebagai negara produsen limbah elektronik terbanyak.

China saat ini memimpin dalam produksi peralatan listrik dan elektronik. Pada tahun 2012, Cina memproduksi sekitar 12,2 juta ton (11,1 juta metrik ton), diikuti oleh Amerika Serikat dengan sekitar 11 juta ton (10 juta metrik ton). Padahal, pada tahun 2011 Pada tahun 2011, AS memproduksi sekitar 10,4 juta ton (9,4 juta ton), dibandingkan China 8 juta ton (7,3 juta ton).

StEP Initiative memperkirakan bahwa pada 2017 nanti, dunia akan memproduksi sekitar 33% E-Waste, atau meningkat menjadi 72 juta ton (65 juta metrik ton) dan apabila dikumpulkan tingginya 11 kali lipat dari Pyramida Agung Miza di Mesir.

Sampai saat ini, data yang komprehensif tentang E-waste belum banyak dilakukan dan definisi tentang E-Waste berbeda-beda di setiap negara. Seperti Amerika yang mengkategorikan E-Waste hanya mencakup elektronik konsumen seperti TV dan Komputer. Sementara negara-negara di Uni Eropa memiliki batas kategori E-Waste termasuk segala sesuatu yang memiliki baterai atau kabel listrik dalam kategori E-Waste.

“Inilah sebabnya mengapa kami telah mengembangkan ini peta e-limbah. Ini pertama kalinya kami memperkenalkan data yang benar-benar sebanding,” kata Ruediger Kuehr dari United Nations University, di Jerman, dan sekretaris eksekutif Initiative StEP seperti dikutip dari Mashable.

Dibawah ini merupakan infografis hasil riset yang dilakukan oleh Solving the E-Waste Problem (StEP) Initiative dari LiveScience.