Teknopreneur.com – Data IDC untuk perbelanjaan software tahun 2013 nilai belanja software di Indonesia mencapai US$ 350 Jt dan estimasi tahun 2014 diestimasikan mencapai US$700 Jt. Nilai ini mengindikasikan  adanya pertumbuhan pengembangan software di Indonesia. Jika dibandingkan dengan Malaysia dan Singapura, jumlah pengembang software di Indonesia masih lebih banyak.

Menurut Romi Satria Wahono, CEO PT Brainmatics Cipta Informatika faktor penghambat pertumbuhan software di Indonesia seperti, Faktor pendidikan yakni kurangnya pengetahuan fundamental terhadap metodologi pengembangan software yang benar. Faktor ini mengakibatkan produk software yang dihasilkan sulit untuk besaing dengan produk software di pasaran. Kedua faktor kreatfitas, kurangnya inovasi baru terhadap produk yang dikembangkan. Faktor ini mengakibatkan banyak produk software yang dihasilkan masih memiliki kesenjangan dengan konsumen yang membutuhkan.

Ketiga Faktor dukungan pemerintah. Tidak adanya perlindungan terdapat software yang dikembangan oleh pengembang lokal. Selain itu rumitnya regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah yang mengakibatkan investor atau sulitnya melahirkan satu perusahaan baru di Indonesia.

Keempat faktor keuangan atau modal, pengembang software baru di Indonesia yang berasal dari startup lokal sering bermasalah dengan ketersediaan modal dan sumber daya pendukung lainnya. Faktor ini mengakibatkan sulitnya untuk masuk pada kompetisi project-project pengembangan software sekala besar.

Romi menambahkan sebenarnya model penjualan software tidak mengenal keterbatasan ruang. Hal ini pun yang tidak bisa dibatasi. Yang bisa dilakukan ada mengembangkan software dengan kualitas baik dan memiliki kemampuan yang menjawab pasar lokal. Dengan jumlah penduduk Indonesia yang menempati urutan ke 4 dunia merupakan pasar yang sudah cukup menggiurkan.

Bagaimanapun juga alangkah bijaknya apabila pemerintah membuat regulasi yang melindungi industry dalam negeri. Beberapa negara lain juga diam-diam melakukan proteksi yang elegan terhadap industry ITnya, sehingga kita bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri, dan tidak hanya menjadi konsumen saja.

Mampu jika keterbatasan yang disebutkan bisa kita selesaikan. Kecenderungan mereka memiliki produk yang menjawab kebutuhan. Perencanaan pengembangan dan sirklus pemasaran yang direncanakan dengan matang. Dan yang paling utama adalah pembentukkan branding yang bagus, sehingga menambah kepercayaan masyarakat bahwa produk mereka berkualitas