Teknopreneur.com – Masyarakat Uni Eropa, mulai terdesak dan menyadari pentingnya pemanfaatan energi terbarukan dalam menunjang kegiatan rumah tangga. Perubahan perilaku ini, menjadi model bisnis yang menjanjikan di masa depan. Dan Jerman, telah menjadi miniatur percontohan prospek bisnis tersebut.

Sebuah perusahaan produsen alat elektronika dari Jepang, Toshiba Inc mulai bulan Desember ini, telah melakukan penetrasi pasar teknologi energi surya di Jerman dengan melakukan terobosan harga jual yang jauh lebih murah ketimbang harga jual listrik konvensional.

Mereka, menyasar apartemen-apartemen baru yang berada di kota-kota besar Jerman. Sejak bulan Maret 2013 lalu, Toshiba telah bekerjasama dengan Gagfah SA (GFJ), ‘pemain’ bisnis property terbesar kedua di Jerman, untuk membangun fasilitas listrik tenaga surya di perumahan yang berada di Villingen-Schwenningen dan Ostfildern.

Saat ini, menurut laporan yang telah ditunjukkan oleh Eurostat, melaporkan bahwa harga listrik rumah tangga di negara-negara Eropa telah menjadi pengeluaran rumah tangga tertinggi kedua. Mahalnya harga listrik ini, menjadi ceruk bisnis yang menjanjikan. Terutama, dengan harga pemasangan instalasi tenaga surya yang setara atau bahkan lebih murah ketimbang harga yang ditawarkan dari harga listrik biasa.

“Toshiba merespons dengan model baru di tempat konsumsi yang akan beroperasi secara independen dari sistem feed-in tarif, dan yang diharapkan dapat mengurangi beban pada grid regional dan lingkungan.” Seperti dikutip dari laman resminya.

Awalnya, Toshiba akan membangun 3 megawatt di tahun ini dan 100 Megawatt pada tahun 2016 nanti. Hingga akhirnya berencana menambah baterai dan membangun sistem manajemen energi untuk memberikan tenaga surya di siang dan malam hari.