Teknopreneur.com – Pertumbuhan konsumsi energi Indonesia diprediksikan akan terus tumbuh dan seiring dengan pertumbuhan perekonomian dan industri. Kendati demikian, pertumbuhan itu tak diiringi dengan pertumbuhan persediaan energi. Maka mau tidak mau, rakyat Indonesia harus melakukan penghematan energi khususnya BBM sebelum benar-benar kehabisan sumber dayanya.

Berdasarkan  Outlook energi Indonesia 2013 yang diluncurkan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) memperlihatkan perkiraan sampai akhir tahun 2013 Indonesia harus menghemat 1,3 juta kilo liter dan hingga tahun 2014 mencapai 4,4 juta kilo liter untuk mengimbangi pertumbuhan konsumsi energi.

Sedangkan kebutuhan energi diperkirakan meningkat 2.518 juta setara barel minyak (SBM) tahun 2030 dari 1.043 juta SBM tahun 2011.

Kepala BPPT Marzan Aziz Iskandar mengatakan outlook energi Indonesia tahun 2013 merupakan peluncuran berkala yang sudah diluncurkan untuk kelima kalinya.

Outlook energi ini merupakan kontribusi BPPT atas isu-isu penting perkembangan energi di masa depan berdasarkan asumsi dan kondisi yang ada, direncanakan setiap tahun serta akan mengalami modifikasi,” katanya di sela-sela peluncuran buku Outlook Energi 2013 di Jakarta, Senin (9/12).

Outlook energi Indonesia tahun 2013 ini mengambil tema Pengembangan Energi dalam Mendukung Sektor Transportasi dan Industri Pengolahan.

Mengacu pada tema ini, Marzan memandang permasalahan energi sektor transportasi menjadi fokus perhatian karena dominannya bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Sebab BBM paling mudah diakses akibat sistem transportasi di Indonesia masih berbasis minyak sehingga meningkatkan jumlah subsidi.