Teknopreneur.com – Jika kembali ke sejarah pengasapan ikan, sebenarnya para nenek moyang tak sengaja menemukan metode ini. Mereka hanya sekedar ingin mengawetkan ikan dengan bantuan matahari namun sayang saat itu sedang musim penghujan sehingga mereka ganti dengan mengeringkan lewat api. Ternyata ketidak sengajaan itu justru menciptakan ikan asap, yaitu ikan yang terkena  asap dari pembakaran tersebut. Ikan asap yang diperoleh justru menciptakan cita rasa yang tinggi dan aroma yang khas. Sehingga banyak peminatnya.

Namun sayang dalam pembuatan ikan asap di Indonesia metodenya masih sangat sederhana bahkan menggunakan metode nenek moyang yaitu menggunakan rumah pengasapan model para-para (sistem terbuka) dan model rumah pengasapan sistem tertutup yang menggunakan rak bertingkat yang menggunakan kayu bakar yang tidak sedikit. Metode ini kurang efektif digunakan zaman sekarang selain tidak go green juga bisa menimbulkan pencemaran udara dengan asap yang banyak dihasilkan. Asap yang dihasilkan juga banyak yang terbuang bersama angin dibandingkan yang terpusat pada ikan.

Asep Ma’mun bersama bersama lima rekannya yang berasal dari Institut Pertanian Bogor, kini menemukan metode baru untuk mengasapkan ikan. Teknologi ini menggunakan rancangan elektronika untuk mengatur suhu dan konsentrasi asap pada ruang pengasapan yang terpisah dari ruang pembakaran.  Suhu dan asap pun diatur untuk memastikan kualitas ikan asap apakah memenuhi standar. Selain itu metode ini juga akan menghemat bahan bakar karena tidak menggunakan kayu dalam prosesnya.