Teknopreneur.com – Dalam Outlook energi Indonesia 2013 yang diluncurkan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), disebutkan tingkat konsumsi energi terbarukan Indonesia hingga tahun 2030 hanya mencapai 17,5 persen dari total penggunaan energi. Jumlah ini menurut Kepala BPPT Marzan Aziz Iskandar seharusnya telah dicapai tahun 2025. Artinya mundur 5 tahun dari rencana semula sebagaimana yang selama ini sudah ditetapkan.

Pemerintah melalui Peraturan Presiden No. 5/2006 tentang Kebijakan Energi Nasional telah menginstruksikan agar secara bertahap bauran energi nasional yang saat ini masih didominasi oleh energi yang berasal dari minyak bumi, sekitar 85 persen, diubah menjadi energi alternatif lainnya yang di dalamnya memasukkan EBT sebanyak 17 persen pada 2025.

Direktur Pusat Teknologi Pengembangan Sumber Daya Energi BPPT Adiarso juga memandang perlunya optimalisasi energi alternatif untuk sektor transportasi seperti biodiesel dan compressed natural gas (CNG) untuk menggantikan bensin atau premium pada kendaraan umum dan kendaraan dinas. Bahkan CNG juga bisa digunakan untuk bus besar dan busway.

“Hingga tahun 2030 diperkirakan akan ada penambahan 1.000 unit kendaraan busway atau naik tiga persen per tahun, angkot enam persen per tahun dan kendaraan dinas 15 persen per tahun,” ucapnya.