Teknopreneur.com – Apakah anda memilliki anggota keluarga, kerabat atau teman yang sedang menjalani terapi penyembuhan dirumah akibat penyakit stroke? Jika iya, video dan aplikasi terapi ini patut anda rekomendasikan, ini berita baik bagi anda.

Adalah Dr Aviva Cohen, seorang peneliti berkewarganegaraan Irlandia yang melalui start up bisnisnya Neuro Hero, telah berhasil membuat sebuah aplikasi yang diperuntukkan bagi penderita stroke yang tengah menjalani terapi penyembuhan. Aplikasi ini, seperti yang kami kutip dari situs resminya adalah bertujuan untuk membantu pasien kembali stabil dalam berkomunikasi.

Aplikasi ini, dibuat oleh Dr Aviva Cohen lantaran ia pernah mengalami pengalaman langsung tentang sulitnya membantu pasien terapi stroke dalam melatiih komunikasi yakni suaminya sendiri.

Masih Gunakan Bahasa Inggris

Perusahaan Start Up ini, membuat dua kategori produk yakni dalam bentuk video bagi keluarga atau perawat pasien yang menampilkan semacam film edukasi tentang bagaimana memperlakukan, melatih dan berkomunikasi dengan pasien yang tengah diterapis. Tujuannya, agar si pasien dapat mendapatkan kemampuan berkomunikasinya kembali walaupun tidak persis seperti sebelum ia terkena stroke. Video edukasi ini tidak hanya baik bagi pasien, namun juga sangat baik untuk keluarga atau perawat pasien. Namun sayangnya, bahasa pengantar di video ini belum ada yang menggunakan bahasa Indonesia.

Produk yang kedua dalam bentuk software, yang diperuntukkan langsung bagi penderita atau pasien stroke yang tengah menjalani terapi penyembuhan. Diantaranya untuk membantu pasien bisa mengenali objek seperti benda-benda di rumah, di alam bebas, benda-benda pribadi dan lainnya. Namun lagi – lagi, sayangnya belum ada edisi bahasa lain selain bahasa inggris.

Produk besutan Neuro Hero ini, telah dijual di Appstore dan di Google Play dengan harga €2.00 untuk video dan €19,99 untuk aplikasinya.

“Saya tahu bagaimana stroke, cedera otak dan penyakit lainnya itu dapat menyebabkan rasa terisolasi dan putus asa. Saya bertekad untuk menemukan cara yang praktis, dan hemat biaya untuk membantu keluarga penderita yaitu dengan menciptakan terapi berbasis rumah yang efektif dan alat yang berguna seperti video pendek kami.” Ujar Dr Aviva Cohen yang kami kutip dari laman resmi situsnya, Neuro Hero pada Kamis (21/11/2013).

Penderita Stroke di Indonesia Tertinggi se Asia

Menurut yang kami kutip dari Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki), saat ini angka kejadian stroke di Indonesia meningkat dengan tajam. Bahkan, saat ini Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita stroke terbesar di Asia, karena berbagai sebab selain penyakit degeneratif, dan terbanyak karena stres.

Di Indonesia, diperkirakan setiap tahun terjadi 500.000 penduduk terkena serangan stroke, sekitar 2,5 % diantaranya atau 125.000 orang telah meninggal akibat stroke, dan sisanya cacat ringan maupun berat. Jumlah penderita stroke terus meningkat setiap tahun, bukan hanya menyerang penduduk usia tua, tetapi juga dialami oleh mereka yang berusia muda dan produktif.