Teknopreneur.com – Energi angin adalah salah satu jenis sumber energi terbarukan yang potensial untuk menghasilkan energi listrik maupun mekanik melalui proses konversi konversi ke mekanik dan selanjutnya ke listrik. Balai Besar Teknologi Energi (B2TE) – BPPT melalui proyek Wind Hybrid Power Generation (WHyPGen) mendorong pemanfaatan energi angin sebagai pembangkit listrik energi terbarukan di Indonesia. Guna mengimplementasikan hal ini, Senin (18/11) dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan PT. Medco Power Indonesia (MPI). PKS ini ditandatangani oleh Kepala B2TE BPPT, Soni Solistia Wirawan dan National Project Director (NPD) WHyPGen dan Direktur Business Development MPI, Noor Wahyu Hidayat. Adapun kerjasama ini ditujukan untuk pemanfaatan dan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu/angin (PLTB) sebesar 10MW di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Propinsi Nusa Tenggara Timur.

Proyek WHyPGen tersebut merupakan proyek yang didanai secara hibah oleh Global Environment Facility (GEF) melalui United Nations Development Programme (UNDP). Target utamanya adalah menurunkan emisi CO₂ sebesar 16.050 metric ton melalui pemasangan demonstrasi Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid (PLTH) berbasis energi angin sebesar 9,4 MW. Guna mencapai target, WHyPGen-BPPT menjalin kerjasama dengan para calon pengembang untuk bersama-sama menciptakan pasar energi angin di Indonesia.

Proyek WHyPGen-BPPT, akan mendukung MPI dalam bentuk validasi data angin, pembuatan kajian potensi energi angin dan kajian sosio-tekno-ekonomi pemanfaatan PLTB pada lokasi tersebut. Bagi MPI sendiri, ini merupakan proyek energi angin pertama. Sebelumnya juga MPI telah mengembangkan beberapa proyek energi terbarukan, yaitu geothermal, surya dan mini hydro.

Hasil pemetaan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) pada 120 lokasi menunjukkan, beberapa wilayah memiliki kecepatan angin di atas 5 m/detik, masing-masing Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Pantai Selatan Jawa. Adapun kecepatan angin 4 m/detik hingga 5 m/detik tergolong berskala menengah dengan potensi kapasitas 10-100 kW. Pemanfaatan tenaga angin sebagai sumber energi di Indonesia bukan tidak mungkin dikembangkan lebih lanjut. Di tengah potensi angin melimpah di kawasan pesisir Indonesia, total kapasitas terpasang dalam sistem konversi energi angin saat ini kurang dari 800 kilowatt.