Teknopreneur.com – Minyak bumi,aspal dan batu bara atau bahan alam yang terbarukan seperti minyak sawit,minyak jarak atau biomasa ternyata bisa direkayasa menjadi aditif untuk minyak solar yang dapat menghemat solar sekitar 10%. Kini produk hasil rekayasa genetika tersebut telah menjadi produk nasional dengan merek dagang Bio Power. Itulah yang dilakukan oleh Prof Mohammad Sadikin dosen Universitas Indonesia yang mendapat Habibi Award (18/11).

Selain Habibi Award pria kelahiran Sidoardjo Jawa Timutr ini juga pernah mendapat Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa dari Kementerian dan Kebudayaan, dosen berprestasi  Nasional Kemendikbud,Outscanding Academic Staf dari Asosiasi Pendidikan Teknik Kimia Universitas Indonesia. Ia juga dinobatkan sebagai penemu utama dari majalah Tempo, dosen favorit Teknik Kimia UI dan mendapatkan Fahmi Idris Award sebagai peneliti terbaik UI serta Satya Lencana.

Mantan Ketua Senat UI ini juga pernah menjabat sebagai Ketua Departemen Teknik Kimia UI,Ketua Riset Grup/lab rekayasa produk kimia dan alam (RPKA) anggota komisi banding paten ditjen HKI anggota Dewan Pertimbangan Anugerah Industri Hijau Kemenprin, Tim Ahli Badan Standar Nasional Pendidikan Kemendikbud, Ketua ICMI Tokyo,ketua pelaksana kerjasama JSPS –UI dan pertamina-UI.

Karya ilmiahnya telah dipublikasikan sebanyak 125 karya ilmiah. Publikasi di jurnal internasional sebanyak 26 paper,jurnal nasional sebanyak 33 paper.Publikasi proceeding seminar internasional  sebanyak 20 dan seminar nasional sebanyak 47 paper.

Nasikin juga pernah menerima dana hibah dari kemristek,kemdikbud,pertamina,ditjen migas dan osaka gas. Ia pun pernah menulis buku tentang Katalis Hetrogen dan chemictechnopreneurship menjadi interpreneur berbasis teknik kimia dan sinergi dengan berbagai keilmuan. Dan kedua buku tersebut telah menjadi bahan rujukan mahasiswanya kuliah dengan judul mata kuliah yang sama dengan bukunya.