Teknopreneur.com. Alih-alih tersingkir oleh dominasi Google, mesin pencari besutan China ini justru semakin berkibar dan mendunia. Baidu, kini meluncurkan aplikasi PC Faster versi 4.0 berbahasa Inggris, Indonesia, Thai dan Portugis untuk lebih dari 39 juta penggunanya di seluruh dunia karena Baidu kini tak hanya digunakan di China.

Baidu berusaha memberikan pengalaman yang lebih bagi para penggunanya dengan meluncurkan aplikasi PC Faster yang memiliki fitur built-in seperti Win Update, Virus Scan, ToolBox, App Store dan Game Faster untuk optimalisasi game.

Menurut keterangan resminya, aplikasi ini memberikan solusi ringkas, dengan sekali sentuh demi menjaga komputer tetap cepat, bersih dan aman. Baidu PC Faster memiliki empat cara pembersihan dan lebih dari 300 checkpoint optimalisasi, mulai dari kecepatan booting, penggunaan memori, harddisk dan kinerja sistem.

“Baidu PC Faster didesain ulang sepenuhnya berdasarkan umpan balik dari jutaan pengguna kami di seluruh dunia”, ungkap Jeff Li, tim leader PC Faster seperti dimuat pada  www.pcfaster.com/id.

“Semua orang baik dari pemula, ahli komputer, gamer, bahkan netizen dapat meningkatkan kinerja PC hanya dengan satu kali klik,” tambahnya. Baidu PC Faster mengatasi tiga penyebab komputer menjadi pelan. Yakni, menghapus file “sampah” atau junk, membebaskan memori tidak terpakai dan optimalisasi boot-item agar lebih efisien.

Pertumbuhan Baidu sendiri tak lepas dari campur tangan Pemerintah China yang ebenarnya ingin membuat industri internet dalam negeri berkembang namum dalam kontrol penuh pemerintah, sejak cabutnya Google dari China pada tahun 2010, Baidu terus mencatat perkembangan yang sangat signifikan dan semakin kokoh posisinya menjadi mesin pencari paling populer di China saat ini (menguasai sekitar 80% pangsa pasar China).

Hingga Q3 tahun 2012 saja Baidu mampu mencatat pendapatan sebesar $994.6 Juta Dollar dengan keuntungan sebesar $524.6 Juta Dollar.

Lantas bagaimana dengan pemerintah Indonesia? Rasanya belum ada proteksi dan dukungan sedemikian rupa bagi industri internet di negeri ini. Tapi siapa tahu dalam waktu dekat keadaan berubah. Kita lihat saja.