Pertumbuhan industri kreatif lebih pesat dibandingkan dengan industri lainnya di tahun 2002-2012 yang ditunjukan dengan angka 2,23% ditambah dengan pembentukan parekraf pada akhir 2001. Ada beberapa jenis industri kreatif yaitu periklanan,arsitektur,pasar seni dan barang antik,kerajinan desain,fashion,video dan fotografI, permainan interaktif,musik, seni pertunjukan penerbitan dan percetakan,layanan komputer dan piranti lunak, periklanan,televisi dan radio riset dan pengembangan dan kuliner.

Pada saat ini berkembang industri dibidang industri kreatif ditandai dengan bermunculan inkubator,tumbuhnya aplikasi konten game dan animasi lokal dan pertumbuhan smartphone,tablet dan PC yangpesat. Namun perlu adanya bimbingan pengetahuan,ketrampilan dalam mendirikan dan menjalankan usaha di bidang digital kreatif. SDM sebenarnya cukup banyak namun belum banyak yang tertarik mengembangkan usahanya sendiri karena kurangnya pengetahuan, Secara globab beberapa faktor yang menjadi hambatan dalam mengembangkan industri di bidang kreatif modal pemasaran manajemen hingga SDM. Dimana masih kurangnya sekolah-sekolah yang mendidik SDM untuk langsung berkerja, perlunya sertifikasi,kurangnya disiplin waktu untuk berkarya,keterbatasan peralatan atau software yang dimilikinya.

Selain itu perlindungan terhadap hak kekayaan intelektual pun masih minim, padahal ide dan pemikiran seseorang dalam bentuk karya tersebut memerlukan usaha yang tidak sedikit. Pada kenyataan kita sudah memiliki intrumen hukum untuk melindungi HKI UU 19 tahun 2002 tentang hak cipta namun karena kurangnya sosialisasi dan penegakan hukum maka banyaknya pembajakan tentang hak cipta.Guna untuk melindungi hak kekayaan intelektual tersebut kementerian parekraf mendorong program lisensi teknologi dan mulai menjembatani kesenjangan antara pemilik HKI dengan proses komersialisasi dari HKI tersebut misalnya dengan mentransformasikan lembaga riset dan pengembangan dari cost center ke profit center.

Inkubator pun perlu ada untuk mendukung  kegiatan ini menurut Drs.Gunadi Aman. Inkubator diperlukan  karena adanya keterbatasan dalam melakukan bisnis,informasi awal, dan keterbatasan modal, Jadi diharapkan inkubator bisnis bisa memberikan solusi misalnya dukungan teknis,pemberian modal bisnis, Dalam inkubator bisnis ada tahapan-tahapan, adanya kegiatan penyediaan infrastruktur, kapasiti building,monitoring dan evaluasi. Dalam persiapan juga ada tahapan perebutan calon tenan yang kemudian diseleksi dan jika terpilih maka akan ada perjanjian bisnis dan ada pemantauan hingga tahap selesai. Kriteria calon tenan akan dibatasi oleh usia,kompetensi,bisnis plan dan  produk. Kritera yang dinilai aspek produk, aspek teknologi,aspek pasar,aspek lingkungan dan aspek legal. Proses seleksi adminsitrasi,tertulis dan wawancara.