Teknopreneur.com – Implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN yang berlaku pada tahun 2015 sudah di depan mata. Pemerintah Indonesia akan memulai berbagai proyek infrastruktur sebesar Rp 380 triliun lebih di tahun 2014.

Hal ini diungkapkan oleh Menko Bidang Perekonomian Hatta Rajasa dalam Indonesia International Infrastructure Conference and Exhibition (IIICE) 2013 di Jakarta Convention Center Kemarin (13/11). IIICE 2013 ini sendiri menjadi pameran terbesar di Indonesia yang mempromosikan agenda MP3EI. Selama tiga hari penyelenggaraan IIICE 2013, ditargetkan 50 ribu pengunjung akan mengikuti acara yang disemarakkan oleh partisipasi dari 150 peserta pameran, 1000 delegasi bisnis dan lebih dari 24 propinsi di Indonesia yang menampilkan berbagai proyek-proyek infrastruktur di daerahnya.

Sejumlah proyek yang akan ditampilkan diantaranya proyek Southern Bali Water Supply di Bali, Pelabuhan Teluk Lembar di Nusa Tenggara Barat, Bendungan Raknamo dan Klhua di Nusa Tenggara Timur, Jalan lintas Enarotali-Tiom di Papua, Jalan Trans Maluku di Maluku, serta jalan lingkar Halmahera di Maluku Utara.

“Event ini menjadi wahana yang tepat untuk menumbuhkembangkan infrastruktur Indonesia menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean mendatang,” ujar Djoko Kirmanto, Menteri Pekerjaan Umum Indonesia dalam sambutannya di acara pembukaan IIICE 2013.

Adapun Ketua Kadin Indonesia, Suryo B. Sulisto memaparkan, ajang IIICE 2013 yang kali ini mengambil tema Building The Industries & Partnerships that Deliver Indonesia’s Infrastructure akan mampu meningkatkan kerjasama nasional dan regional yang lebih erat. “ Tema ini juga mengingatkan kita semua bahwa peningkatan infrastruktur di 6 koridor tidaklah mudah. Karena itu kita harus mengerjakannya bersama-sama agar bisa berjalan dengan baik. Saya yakin IIICE 2013 akan mampu meningkatkan kerjasama nasional dan regional yang lebih erat,” ujarnya.

Sementara itu, Alan Solowiejczyk, CEO PT Infrastructure Asia yang mengorganisir jalannya IIICE 2013 mengaku berbangga perusahaannya mendapat kesempatan untuk turut membantu peningkatan infrastruktur di Indonesia. “Agar mampu meningkatkan daya saing, sebuah bangsa harus terus menerus meningkatkan kualitas infrastrukturnya” ujarnya.