Teknopreneur.com – Tanaman transgenik itu tidak berbahaya hanya persepsi orang saja yang salah, yang terlalu takut mengkonsumsi tanaman transgenik. Itu lah yang dikatakan oleh Ketua Pusat Studi Sumberdaya dan Bioteknologi Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr Sony Suharsono. Menurutnya memang pernah ada ketakutan dan isu-isu dari negatifnya tanaman transgenik, beracunlah,berbahaya dan masih banyak lagi. Padahal tidak demikian, tanaman tanaman transgenik itu merupakan tanaman yang disisipi gen dengan pesiesnya berbeda. Tanaman tersebut direkayasa genetikanya.  Tanaman transgenik memang ditujukan agar spesies lebih bisa beradaptasi dengan lingkungannya.

Untuk membuat tanaman transgenik kita harus melakukan identifikasi atau gen yang tepat untuk menghasilkan sifat yang diinginkan. Sifat yang diinginkan itu bisa berasal dari bakteri, cendawan, tanaman lain bahkan hewan. Setelah itu maka dapat dilakukan perbanyakan gen yang disebut dengan kloning gen. apabila gen yang diinginkan didapatkan maka dilakukan transfer gen asing ke dalam sel tumbuhan.

Tanaman transgenik itu tidak berbahaya apalagi mengandung toksik. Indonesia hingga saat ini masih tertinggal. Tanaman transgenik Indonesia belum dizinkan beredar, boleh ditanam namun hanya konsumsi pribadi belum boleh diperjual belikan. Padahal di negera lain sudah sangat berkembang contohnya Amerika Serikat, tanaman tersebut di ekspor kemana-kemana dan itu tidak berbahaya jika berbahaya mengapa terus menerus bisa berkembang. Tapi di Amerika bukan dikenal dengan nama tanaman transgenik melainkan tanaman bioteknologi.

Di Indonesia secara administrasi sulit mengembangkan tanaman transgenik, mungkin karena perlindungan terhadap petaninya terlalu ketat sehingga agak sulit mengembangkan di Indonesia. Sebenarnya wajar pemerintah Indonesia tak ingin mengecewakan petani di Indonesia jadi mereka tak mau sembarang memberikan izin.

Agar tanaman transgenik mendapatkan izin maka harus dikaji beberapa kali, dan saat ini IPB bersama dengan perusahaan swasta sedang mengkaji transgenik jagung . Hasil yang didapat jagung yang disisipkan dengan DNA Escherichia coli tahan herbisida sedangkan yang disisipkan oleh bakteri Bacillus turensis tahan terhadap serangan hama Ostrinia furnacalis. Dan ini tidak berbahaya sama dengan tanaman jagung biasa bedanya hanya tahan terhadap serangan tertentu. Tanaman jagung transgenik ini juga tetap akan bisa terserang oleh hama belalang. Jadi tak ada yang bahaya, belalang pun masih mau makan tongkol jagungnya. Berarti tak ada racun.