Teknopreneur.com-“Indonesia itu bisa lebih hebat dari negara luar. Indonesia itu butuh inovasi dalam negeri yang bisa menyelamatkan jiwa.  Namun sayang hanya sedikit sekali para inovator yang menginovasi berdampak penyelamatan jiwa.  Semua inovasi ada manfaat namun hanya sedikit sekali yang memang spesifik mengarah pada kemanusian.  Sehingga PT Katama ingin menjadi agen pengembang sebuah inovasi  anak Indonesia yang peduli terhadap kemanusian,”ujar Presiden Direktur, M Kris Suyanto,JF.

Sependapat dengan Kris, Agus B Sutopo,Vice Direktur PT Katama mengatakan Indonesia butuh inovator yang berbasis kemanusian, yang bisa menyelamatkan jiwa manusia. Bukan hanya sekedar inovasi yang tak punya manfaat bagi orang lain. Menurutnya PT Katama tak tanggung-tanggung akan menjadi promotor  inovator-inovator Indonesai  yang memang berbasis kemanusian.

Dalam mengembangkan temuannya, Promotor di PT Katama  menggunakan filsofi petinju. Seorang petinju atau Inventor bisa berkembang bila bekerjasama dengan pelatih atau para ahli dan ketekunan promotor atau agen  yang memberikan dorongan akan temuan itu. Promottor juga bertugas menjembatani pemikiran inventor , para ahli dan pemerintah serta masyarakat

PT Katama  memang diawali dengan pengembangan konstruksi  sarang laba-laba dan setelah konstruksi laba-laba banyak dikenal, satu persatu kami mulai mengembangkan inovasi-inovasi dalam negeri seperti  RISA (rumah instan sederhana, MATRAS (Jalan  dari ekstrak  tanah, semen dan adiktif), Bering (Beton ringan), Jatiemas, Margaton (Jalan beton pabrikan)dan Jalla (jaring laba-laba).

Katama pun tak mau pintar sendiri kami membuka pintu gerbang selebar-lebatrnya yang mau penelitian yang mau buat tesis ayo silakan. Tidak sedikit teknologi yang baik namun dimuseumkan karena tidak termanfaatkan. Kita harus berani berbuat untuk mengembangkan suatu inovasi kemanusian.

Katama yakin suatu saat inovasi anak bangsa jauh lebih maju dibandingkan dengan inovasi luar. Namun diperlukan keterlibatan semua pihak dari akademisi, pebisnis, komunitas dan pemerintah. Perlu juga memanfaatkan budaya dan potensi lokal, perlu didukung pula oleh pendanan, serta adanya budaya inovasi dan kreasi yang akan membangun kemandirian suatu bangsa.  Kris mempunyai mimpi bahwa Katama bisa membuat suatu gerakan inovasi mandri. Sehingga bangsa  Indonesia lebih menyukai produk buatan sendiri dan inovasi-inovasi yang ada tidak terbuang percuma bahkan bermanfaat untuk menyelamatkan jiwa.