Teknopreneur.com-Gempa bumi di Nanggroe Aceh Darusalam, Padang, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi dan Papua ternyata membuktikan bahwa bangunan yang menggunakan konstruksi sarang laba-laba  (KSLL) milik PT Katama Surya Bumi mampu berdiri kokoh disaat gedung lain hancur berkeping-keping.

Presiden Direktur, M Kris Suyanto, JF menjelaskan bahwa KSLL sebenarnya telah ditemukan sejak tahun 1976 oleh  Ir. Ryantori dan Ir. Sucipto, namun PT Katama Suryabumi lah  dengan Kementerian Riset dan Teknologi serta LPPM ITB lah yang mengembangkannya. Kini hak paten pun telah dimilikinya atas nama PT Katama Suryabumi.

Kini KSLL pun telah melanglangbuana ke luar negeri, contohnya gempa bumi Filipina yang baru saja terjadi Kris langsung merekomendasikan KSLL dikirim kesana secara cuma-cuma. “Tujuan dikembangkannya KSLL memang untuk menyelamatkan anak bumi.  Jadi salah jika ada yang bilang KSLL yang dikembangkan oleh PT Katama komersil,” ujar Agus B Sutopo,” Vice Direktur

Mengapa disebut dengan konstruksi sarang laba-laba karena bentuknya jika diperhatikan  mirip laba-laba. Pondasi ini berbeda dengan pondasi yang dimiliki oleh Jepang. Selain harganya yang lebih ekonomis kekakuan dari pondasi  membuat  konstruksi laba-laba yang dimiliki oleh KSLL yang lebih kuat dibandingkan konstruksi yang dimiliki oleh Jepang.

Pondasi ini juga merupakan pondasi terdangkal di dunia juga cocok digunakan pada bangunan yang berdiri diatas tanah memiliki daya dukung rendah 0.15.kg/cm2 hingga 0,5 kg/cm2, letak  tanah keras cukup dalam dan kompresibilitas tanah tinggi.

Kini berbagai penghargaan telah diraih KSLL seperti PU Award di tahun 2007  yang diserahkan oleh Menteri PU Bapak Djoko Kirmanto, Ristek Award di tahun 2008 yang diserahkan oleh Menteri Riset dan Teknologi Bapak Kusmayanto Kadiman dan diterima di Istana Negara oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, INDOCEMENT Award di tahun 2008 diserahkan oleh Menteri Perumahan Rakyat Bapak M. Yusuf Ashari, Apresiasi Produk Asli Indonesia Award 2009 diserahkan oleh Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Bapak Mustafa Abubakar, dan Penghargaan Upakarti Teknologi Inovasi 2009 diserahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara.

 

 

 

.