Teknopreneur.com – NASA ,tengah mengembangkan teknologi komunikasi antar planet. Tak lagi menggunakan frekuensi radio, melainkan dengan teknologi laser. Di masa depan, bisa saja anda melakukan live streaming video bukan lagi dari kamar kesayangan anda, melainkan dari kabin luar angkasa di planet Jupiter atau Neptunus ?

Ditargetkan, teknologi baru ini akan mulai launcing di bulan Desember 2017.

Dengan menggunakan teknologi ini, data yang dapat dikirimkan diklain dapat meningkat antara 10 sampai 100 kali lebih cepat dan lebih lapang dibanding menggunakan frekuensi radio. Jadi, bukan hal yang mustahil lagi untuk melakukan penginderaan komunikasi jarak jauh yang menempuh jutaan tahun cahaya dan memakan waktu berhari-hari kini sudah dapat dilakukan hanya dalam beberapa menit.

“Bayangkan saja kemampuan untuk mengirimkan data dalam jumlah besar yang sebelumnya dalam hitungan hari kini bisa dalam hitungan menit,” ujar Don Cornwell manajer  proyek tersebut dalam sebuah pernyataan.

Proyek riset ini dinamakan Laser Communications Relay Demonstration (LCRD) dan Lunar Laser Communications Demonstration (LLCD). Dalam percobaan yang telah dilakukan, LLCD telah memecahkan rekor dengan menggunakan sinar laser berdenyut untuk mengirim data hingga sejauh 239.000 kilometer dari orbit bulan ke Bumi dengan kecepatan 622 megabit per detik.

“Rekor sebelumnya, jauh terlampaui hanya mencapai 150 megabit per detik dicapai oleh NASA Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO)”  kata Bernard Edwards, kepala komunikasi di badan antariksa Goddard Space Flight Center, Amerika.

“Kami percaya komunikasi berbasis laser adalah pergeseran paradigma berikutnya dalam komunikasi antar ruang di masa depan.”

Kemampuan seperti ini dapat memungkinkan dilakukannya live streaming video dari planet yang jauh seperti Yupiter dan Saturnus. Demi melaksanakan risetnya, kini tim NASA tengah membuat semacam lensa optik super besar yang nantinya akan menjadi media pemancar laser tersebut sebagai pencitraan.

“Pekerjaan itu sedang dilakukan oleh Jet Propulsion Laboratory, kami menyebutnya dengan sebutan Deep Space Optical Terminal,”tukas Edwards.

 

Sumber: Mashable