Teknopreneur.com – Empat ilmuwan tersebut, termasuk Tom Wigley yang berasal dari University of Adelaide’s yang memainkan peranan kunci yang memperingatkan dunia akan bahaya perubahan iklim mengirimkan surat kepada kelompok-kelompok lingkungan terkemuka dan kalangan politisi dunia.

Dikutip dari Associated Press yang juga mendapat salinan surat tersebut, surat ini mengajak pihak terkait untuk berdiskusi tentang perang penting energi nuklir dalam upaya memerangi perubahan iklim. Memang para aktivis lingkungan bersepakat bahwa perubahan iklim merupakan ancaman, namun mereka menolak tegas pemanfaatan energi nuklir sebagai solusi. Mereka percaya masih ada sumber terbarukan lainnya yang bisa dimanfaatkan untuk energi dunia.

“Sumber-sumber energi tersebut tidak dalam skala yang cukup cepat untuk memenuhi kebutuhan energi dunia saat ini. Dan dengan pemanasan planet serta emisi karbon dioxide yang muncul lebih cepat, kita tidak bisa berpaling dari setiap teknologi. Karena ini yang paling potensial untuk mengurangi efek rumah kaca,” demikian bunyi surat tersebut.
Dalam surat tersebut tercatat nama-nama penandatangan yakni mantan ilmuwan NASA James Hansen, Ken Caldeira dari Carniage Institution, Kerry Emanuel dari Massachusetts Institute of Technology dan Tom Wigley sendiri.

Lantas bagaimana dengan Indonesia? Nampaknya kita tak perlu khawatir karena cadangan energi alternatif kita sangat banyak dan tak cuma angina dan surya. Masih ada geothermal yang mencapai 40% dari total potensi di dunia, serta energi laut yang luar biasa potensial jika telah tergarap.