Teknopreneur.com – Serangan hama merupakan bagian yang tak terelakan bagi tanaman tak terkecuali kedelai grobogan. Seringnya lalat bibit yang berada disekitar wilayah penanaman harus segera ditanggulangi sebelum menjangkit hingga ke akar yang akan berakibat pada penurunan mutu kedelai. Budi Mixed Farming pada website menuliskan bahwa bibit yang menyerang wilayah penananaman harus ditambah dengan Marshal Seed Treatment.  

Sedangkan tanaman yang ditumbuhi dengan gulma dilakukan penyiangan pada hari ke dua puluh setelah tanam. Menggunakan pupuk BMF pun bisa mengatasi meningkatnya pertumbuhan gulma karena dengan BMF maka kondisi tanah akan terus membaik sehingga menyebabkan aleopati atau menghambat pertumbuhan gulma dengan melepaskan racun untuk gulma.

Hama yang paling sering menggangu pada produksi kedelai adalah kutu kebul. Hama ini sangat sering muncul ketika musim kemarau.  Menurut situs pusat penelitian dan pengembangan tanaman pangan, tanaman kedelai yang terserang kutu kebul daunnya akan menjadi keriting. Jika serangannya parah dan disertai dengan infeksi virus daun keriting berwarna hitam maka pertumbuhan akan terhambat. Hama  ini juga menghasilkan embun madu yang merupakan media tumbuhnya embun jelaga sehingga daun kedelai berwarna hitam.  Hal ini bisa menghambat proses fotosintesis pada tanaman kedelai. Kutu kebul selain bisa merusak tanaman secara langsung juga sebagai serangga vektor virus juga dapat menyebarkan virus penyakit  Cowpea Mild Mottle Virus (CMMV) pada kedelai dan kacang-kacangan lain.

Penanganannya dilakukan dengan menggunakan confidor dari bayer atau curacron dari syingenta sesuai dengan dosis yang dianjurkan pada kemasan dengan menambahkan sampo rambut sebanya 1-2 sachet tergantung dari banyaknya serangan.

Shampo berfungsi membersihkan pelindung serangga bersangkutan dan berfungsi sebagai perekat. Hama lain yang paling mengganggu adalah penggerek polong. Bila ulat sudah masuk ke dalam polong, ulat ini sangat sulit dikendalikan, pengendalian dapat dilakukan pada masa pembungaan, kedelai disemprot dengan menggunakan Atabron dari Syngenta pada awal musim hujan (labuhan) serta kombinasi antara Foltus dari DGW dan Destalo dari Bayer sesuai dosis dengan penambahan shampo pada akhir musim hujan (marengan) dan kemarau.