Teknopreneur.com – 26 Oktober 2013, Kelompok Tani Sidodadi Desa Tuko Kabupaten Grobogan Jawa Tengah menerima bantuan Mandiri dalam bentuk kegiatan bercocok tanam kedelai grobogan. Disana hadir pula Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Sindu Pradoko, area manager Semarang Pahlawan serta Bapak Muhammad Taofik, Kepala Cabang Bank Mandiri Grobogan.

Tak ketinggalan Budi Mixed Farming (BMF), bersama konsorium penelitian dan kelompok tani mengurai beberapa permasalahan kedelai yang terjadi di Jawa Tengah. Tak lupa BMF juga menggelontorkan inisiasi pembentukan seed center yang bertujuan untuk mengatasi permasalahan kelangkaan benih kedelai di Jawa Tengah juga Indonesia.

Gubernur menerima dengan baik, dan menjanjikan untuk memfasilitasi kegiatan tersebut. Pada pertengahan November 2013 nanti, akan diadakan pertemuan yang akan difasilitasi oleh Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah beserta pemerintah Provinsi Jawa Tengah, untuk merealisasikan seed center dan konsorsium penelitian kedelai Jawa Tengah.

Di tingkat kabupaten, pada rapat koordinasi awal, BMF telah ditunjuk untuk mengelola Kedelai Center Grobogan yang merupakan bagian dari proyek bersama dinas koperasi dan dinas pertanian. Seed center kedelai ini akan menjadi pusat perbenihan pusat pelatihan, penelitian, dan promosi kedelai lokal serta teknologi budidayanya.

Banyak hal yang mesti BMF lakukan untuk mewujudkan pembangunan Seed Center kedelai, dari pemilihan benih, persiapan lahan, jarak tanam, pupuk, penyiangan gulma, pengairan hingga pengendalian organisme pengganggu tanaman. Tak hanya itu teknik penangkaran atau pemeliharaan mutu genetik, teknik pasca panen hingga pensertifikasian benih pun telah dipersiapkan oleh BMF. Setelah tahap-tahap persiapan matang dilakukan, BMF berharap informasi mengenai seed center sampai kepada petani lokal. Sehingga petani lokal memahami bagaimana cara meningkatkan produktivitas benih kedelai Grobokan.  Dengan begitu maka bisa dibilang tak mungkin jika petani di Indonesia mampu memenuhi permintaan kedelai yang  hingga kini masih tak terpenuhi oleh negeri sendiri.