Teknopreneur.com – 22 kali pelatihan diikuti lebih dari 1100 petani mengikuti pelatihan budidaya kedelai grobogan. Mereka mewakili lebih dari 3500 petani dari 22 kelompok tani, 21 kelompok tani Pulokulon dan satu dari kecamatan Tawangharjo. Acara tersebut diselenggarakan oleh  Budi Mixed Farming  sebagai pemenang Mandiri Young Technopreneur 2012 (20/10). Pada acara tersebut pula dikatakan akan segera dilakukan penyerahan pupuk BMF Bio Fert Plus yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan lahan seluas 966 ha dari total 1.100 yang direncanakan selesai hingga akhir tahun.

Sedangkan untuk jenis pupuk BMF Media Inokulum dan BMF Bio Lemi telah dilaksankan sejak awal dan telah diaplikasikan oleh para petani. Dan sejak diaplikasikan pupuk tersebut keadaan tanaman saat ini sudah mulai menunjukkan awal pertumbuhan yang menandakan air tanah telah mencukupi untuk pertumbuhan awal kedelai. Kegiatan pembinaan petani yang dilakukan oleh BMF ini telah diselenggarakan sejak Juni tahun ini, kegiatannya terdiri dari persiapan produk,pelatihan hingga kordinasi dengan pemerintah daerah,desa dan kelompok tani calon penerima bantuan. Kegiatan ini akan terus dipantau dan dibimbing oleh petugas dari BMF. Hingga saat ini BMF telah menyelesaikan kegiatan dari termin pertama hingga termin ketiga sedangkan termin ke empat akan dilaksanakan pada bulan November-Desember.

Para mentor yang ditunjuk oleh Bank Mandiri yang terdiri dari  Adhi S Lukman dari Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) dan Kristanto Santosa dari Business Innovation Center (BIC) serta pendamping dari Teknopreneur Adie Marzuki dan Faiza Ahmad juga telah melakukan kunjungan dan mentoring ke lokasi kegiatan.  Di hari pertama para mentor memberikan pelatihan kepada para petani di Desa Tarub di Kecamatan Tawangharjo dan esok harinya para mentor mengikuti pertemuan dengan para pengurus kelompok tani yang telah menerima bantuan dari Mandiri.

Sedangkan di tempat berbeda pada yang sama di desa Panunggalan, di sekretariat kelompok tani Kabul Lestari diadakan pula  pertemuan oleh BMF dengan kelompok tani penerima bantuan dengan para mentor dan perwakilan Mandiri Semarang dan Purwodadi. Pertemuan diikuti oleh pelatihan yang disampaikan oleh para ahli dari Universitas Gadjah Mada  dan Universitas Negeri Semarang.

Pada akhir tersebut , antara beberapa perguruan tinggi yang terlibat pada acara hari itu,dengan BMF, kelompok tani, dinas  pertanian Provinsi dan kabupaten, serta para mentor yang menghasilkan suatu inisiasi untuk membentuk sebuah konsorsium penelitian guna mendukung Seed Center (badan yang mengelola perbenihan kedelai) yang rencananya akan dibangun di Grobogan dan beberapa kabupaten lain. Inisiasi ini disambut baik oleh pemerintah provinsi dan akan diresmikan pada pertengahan November 2013, serta para mentor dari GAPMMI, BIC, dan Teknopreneur.