Teknopreneur.com – Dewasa ini pertanian dilirik sebelah mata bahkan terkadang tak dilirik sama sekali. “Padahal tanpa pertanian maka tak akan ada makanan dan tak ada makanan maka tak ada kehidupan,”itulah yang dikatakan oleh Wan Abbas Zakaria, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Contohnya saja uni soviet, negara yang pernah berkuasa di zamannya kini bak ditelan bumi. Runtuh berkeping-keping karena kelaparan besar-besaran yang melanda rakyatnya. Padahal dari segi teknologi Uni Soviet jagonya, peluncuran satelit pertama di dunia, Uni Soviet adalah yang pertama. Namun semua itu sirna, karena pemerintahnya tak peduli terhadap pertanian sehingga rakyatnya kelaparan.

Negara berkembang kebanyakan melupakan pertanian, perlahan-lahan ke bergerak industri namun lupa bahwa pertanian tetap menjadi tulang punggungya. Bayangkan industri mobil yang canggih saja tanpa pertanian maka tak akan bisa jalan itu mobil. Karena bahan baku bannya berasal dari karet yang notabanenya hasil pertanian. Begitu juga dengan dunia pendidikan yang memerlukan buku yang bahan bakunya kertas.

Sekertaris Jenderal Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian se-Indonesia itu mengatakan

sebaiknya dikenalkan sejak dini, sejak anak-anak. Anak-anak sebaiknya sejak TK sudah diajak ke kebun, untuk memetik hasil panen sehingga mereka suka akan pertanian. Dan untuk mahasiswa sebaiknya tidak malu menjadi mahasiswa pertanian, harusnya bangga karena akan menjadi lulusan yang memberikan jutaan manusia makanan. Bayangkan jika tak ada lulusan pertanian, maka teknologi pertanian tak akan ada yang mengenalkannya ke petani-petani yang masih awam.

Begitu juga dengan para profesor pertanian jangan hanya berdiam diri di laboraturium namun harus menjadi tempat curahan hati para petani. Mereka harus mau turun lapang berkeliling mengatasi apa saja masalah yang terjadi di dunia pertanian. Sehingga pertanian tak lagi menjadi anak tiri dipandang sebelah mata. Karena pertanian tanpa pertanian maka tak ada makanan dan tak ada makanan maka tak akan ada kehidupan.