Teknopreneur.com – Masyarakat terkadang dilema ketika memilih sayur atau buah-buahan. Jika penampilannya busuk atau ada bekas robekan biasanya ada ulat atau hama lain yang bertengger di produk pertanian tersebut. Namun jika penampilannya nyaris tanpa cacat maka terkandung bahan kimia didalamnya. Jika terus menerus dikonsumsi maka akan berbahaya bagi kesehatan bahkan bisa menimbulkan kematian. Tak jarang masyarakat memilih buah atau sayuran yang dihinggapi oleh hama tumbuhan karena mereka pikir ketika dicuci atau dimasak makan hama tersebut akan mati. Namun ternyata perkiraan itu salah, ada korban yang mati akibat memakan kangkung di sebuah restoran.

Harus ada solusi untuk mengatasi dilema tersebut, masyarakat mungkin saja menanam sayur mayur  atau buah di pekarangan rumah. Namun tak semua ke dua tanaman tersebut mudah dirawat. Kini telah hadir penemuan yang telah dijadikan sebagai teknologi inovatif pertanian, yaitu peskabel berupa pestida alami yang tak hanya mencegah hinggapnya hama tanaman namun juga mencegah tumbuhnya jamur embun tepung,karat,busuk buah dan bercak daun.

Pestisida ini mengandung larutan polisufida yang memiliki daya simpan lebih dari satu tahun. Harga pestisida ini juga relatif murah dan ramah lingkungan dibandingkan dengan pestisida lainnya. Pestisida yang telah mendapatkan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual ini juga tidak menyebabkan fitoskstitas tanaman dan menghasilkan produk tanaman yang bebas residu. Pestisida yang ditemukan oleh Subiyakto,Nur Asbani, Tukimin Dwi A Sunarto,Andi M Amir dan Deciyanto Soetopo ini khususnya digunakan untuk buah apel,jeruk dan tanaman jarak. Cara menggunakan pestisida ini dengan konsentrasi satu hingga dua mil per liternyaPestisida ini tidak berbahaya jika disemprotkan ke tanaman karena mengandung bahan alami berupa kalium polifisida dan akan lebih efektif jika bersamaan dengan pengendalian lainnya.