Teknopreneur.com – Keberhasilan dalam penerapan hasil teknologi pertanian benih unggul kedelai serta pengembangan inovasi mengubah limbah tahu menjadi biogas, mampu mengantarkan Desa Kalisari, Banyumas, menuju Desa Mandiri Energi. Kelanjutan dari hasil tahap kegiatan tersebut ditingkatkan dengan pembentukan “Konsorsium Pemanfaatan Teknologi Peningkatan Produksi Kedelai Dan Pengolahan Limbah Untuk Energi Biogas” yang melibatkan beberapa pihak yaitu Kemristek, Kementerian ESDM, Badan BPPT, BATAN, UNSOED, Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas, dan Pemerintah Propinsi Jawa Tengah. Program pengembangan teknologi reaktor unggun tetap untuk limbah cair sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2009 oleh BPPT dengan pendanaan yang berasal dari Kementrian ristek yang dilanjutkan pada tahun 2010. Karena pengolahan limbah cair tahu yang dihasilkan sangat baik maka program ini dilanjutkan pada tahun 2012.

Direktur Pusat Teknologi Lingkungan (PTL) BPPT, Joko Prayitno Susanto mengatakan Pada Tahun 2013 ini kembali dibangun reaktor ke IV di Desa Kalisari atas prakarsa dari pemda kabupaten Banyumas bersama pemprov Jateng dengan tetap menerapkan teknologi pengolahan limbah cair industri tahu (biogas) yang dikembangkan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan direncanakan dapat memproduksi biogas dengan target pengguna sebanyak 90 rumah tangga. Saat ini di Kabupaten Banyumas baru terdapat 5 unit biogas plant yang diantaranya terdapat di Desa Kalisari sebanyak 3 unit, Desa Cikembulan dan Desa Kalikidang sebanyak 1 unit.

Dengan mempertimbangkan potensi limbah cair organik tahu sebenarnya nilai pengurangan emisi sudah cukup besar, “jika ditambah lagi dengan manfaat-manfaat signifikan lainnya, terutama aspek lingkungan yang hingga saat ini masih belum dimasukan ke dalam perhitungan ekonomi dari sebuah teknologi sejenis yang didiseminasikan untuk mengolah jenis limbah organik lainnya di Indonesia terutama limbah yang mengandung kadar organik tinggi seperti limbah gula, serta limbah cair dari industri minyak kelapa sawit, maka potensinya akan lebih besar lagi. Kedepannya, teknologi fixed bed reaktor akan menjadi teknologi yang prospektif di sektor energi dan lingkungan.