Teknopreneur.com – Hasil riset terbaru dari Infonetics menunjukkan bahwa berbagai organisasi besar (dengan lebih dari 1.000 karyawan) tengah bergerak menuju teknologi jaringan yang lebih cepat sehingga mendorong mereka untuk terus melakukan upgrade pada setiap komponen infrastruktur IT mereka.

Pergerakan menuju teknologi jaringan yang lebih cepat mendesak enterprise untuk terus melakukan upgrade pada setiap komponen infrastruktur IT mereka. Selain itu, kebutuhan untuk menambah interface berkecepatan tinggi yang baru pada firewall (10 GbE, 40 GbE, dan pada akhirnya 100 GbE) menjadi alasan utama para pelaku bisnis dalam melakukan investasi high-end firewall.

Jeff Wilson dari Infonetics berkomentar, “Selain kecepatan port, kami juga bertanya kepada para responden mengenai maksimal besaran throughput yang dibutuhkan dalam high-end firewall mereka di tahun mendatang, dan lebih dari 80% responden mencari platform dengan 100 Gbps kinerja keseluruhan, dimana kelompok terbesar mencari kapasitas 100 Gbps hingga 199 Gbps.”

Jeff melanjutkan, “Memiliki interface berkecepatan tinggi tidak akan ada gunanya kecuali perangkat tersebut memiliki throughput yang sesuai“

Berbarengan dengan itu, Fortinet sebuah perusahaan yang bergerak di bidang keamanan jaringan membuat perangkat firewall jaringan yang padat dengan kinerja tinggi untuk berbagai data center enterprise, penyedia layanan, serta penyedia dan operator cloud. Dengan empat buah 40GbE (QSFP+) port dan 28 buah 10GbE (SFP+) port, dan firewall throughput yang mampu mencapai hingga 160 Gb/detik (Gbps). Produknya yang bernama FortiGate-3700D ini diklaim mampu memberikan latensi yang rendah, dan keseimbangan kinerja antara IPv4 hingga IPv6. Inovasinya memungkinkan untuk menghilangkan Bottleneck pada Sistem Keamanan dalam Kapasitas Footprint yang Padat