Teknopreneur.com –Publik dunia dibuat geger, kanselir Jerman mengumumkan bahwa aktifitas komunikasi via telepon genggamnya telah disadap oleh intelejen AS. Seperti apa rupa salah satu teknologi ini? Berikut ulasan singkatnya.

Alat sadap merupakan salah satu piranti teknologi yang biasanya digunakan untuk memata-matai orang lain. Ada yang berupa alat untuk ditempel di lokasi target yang akan di sadap, atau menyadap menggunakan jalur komunikasi target. Biasanya, piranti ini lazim digunakan oleh aparat keamanan terlebih intelejen. Namun, kini masyarakat sipil pun bisa dengan bebas memiliki piranti teknologi ini. Seperti yang kami pantau dari situs alatsadap.com.

Alat sadap canggih yang lazim digunakan saat ini adalah ATIS (Audio Telecommunication International Systems). Merupakan generasi baru dari Instant Recall Recorders (IRC) dalam teknologi solid-state, yang dapat dikoneksikan ke dalam audio source berupa telepon atau handphone GSM/AMPS/CDMA. Akan merekam atau menyadap seluruh komunikasi suara dengan kapasitas aktif lebih dari 680 menit dan 1000 panggilan yang berbeda.

Dengan menggunakan koneksi telepon, ATIS dapat mengidentifikasi penelepon, waktu percapakan terjadi dan nomor penelepon melalui RS 232 link built-in. Dapat mencatat nomor international mobile equipment identity (IMEI) ponsel target. Sehingga, sekalipupn target sudah mengganti kartu SIM nya, pengguna fasilitas ini tetap bisa melakukan penyadapan.

Lembaga KPK pada tahun 2005 pernah membeli alat sadap jenis portabel A (laptop dan receiver) seharga Rp 1,512 miliar, jenis B Rp 5,25 miliar, dan jenis C Rp 4 miliar. Kemudian satu unit LID monitoring centre (LID MC) seharga Rp 17,31 miliar. Selain itu, KPK juga memiliki peralatan firing buatan AS dan macro system buatan Polandia. Selain KPK, di Indonesia yang memiliki alat sadap canggih adalah BAIS TNI yang tahun ini sudah disetujui anggaran pembeliannya oleh DPR senilai Rp70 Miliar. Rencananya, pengadaan alat sadap ini dibeli dari dari perusahaan Inggris, Gamma TSE Ltd.

Selain alat sadap jarak jauh, ada juga alat sadap langsung seperti alat sadap suara dibalik dinding yang dapat menembus berbagai macam bahan seperti beton, kayu, kaca dengan ketebalan maksimum +/- 25 cm. Penggunaan alat ini dengan menempelkan alat pada dinding yang langsung tersambung ke telinga kita. Alat ini biasanya diperuntukkan untuk memata-matai pembicaraan dibalik dinding dari target yang berada di ruangan sebelah, guna mencuri informasi rahasia.

 

Dirangkum dari berbagai sumber.