Teknopreneur.com – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengembangkan sebuah teknologi georadar. Teknologi georadar terebut dapat dimanfaatkan untuk mengukur kedalaman gambut menggunakan pulsa radar, yang berupa gelombang elektromagnet tanpa merusak gambut, sehingga bisa diperoleh hasil pengukuran dengan cara yang lebih cepat dan bisa menyimpan rekaman hasil pengukuran dalam tiga dimensi.

Teknonolgi georadar tersebut tidak hanya untuk pengukuran, tapi bisa juga dipakai untuk menghitung cadangan karbon yang terkandung dihamparan lahan gambut. Namun kelemahan dari teknologi georadar tersebut tidak bisa digunakan pada saat kondisi hujan dan banjir.

“Hasil uji coba pengukuran kedalaman gambut yang dilakukan di PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) tanggal 30 Agustus 2013 yang lalu, menunjukkan hasil yang lebih akurat dibandingkan dengan pengukuran geolistrik dan bor gambut,” kata Presiden Direktur RAPP, Kusnan Rahmin dalam acara diskusi penerapan teknologi georadar dalam mendukung pengelolaan hutan lestari di Jakarta, Selasa (29/10).

Menurut Agus Kristiyono, pakar georadar gambut dan perekayasa utama BPPT, alat georadar tersebut merupakan produk dari Italia dan satu set harganya mencapai Rp1,5 miliar. Alat georadar baru dimiliki beberapa instansi diantaranya ITB, BPPT, dan Vulkanologi.

Sumber: Energitoday