Teknopreneur.com – Menurut Budi Mixed Farming perlakukan pada pembenihan berbeda dibandingkan dengan menanam kedelai untuk keperluan konsumsi. Disamping kualitas yang baik, ukuran kedelai optimal dan seragam, hasil panen optimal dan kerusakan seminim mungkin di perlukan kesamaan genetis atau jenis dari kedelai yang kita panen. Untuk menghasilkan kedelai yang sama jenis diperlukan serangkaian seleksi di lahan mulai saat penanaman  hingga panen dengan cara memisahkan varietas atau jenis kedelai yang tidak kita harapkan dengan cara dicabut dari lahan.

Seleksi ini dilakukan dengan beberapa tahapan pada saat fase vegetatif (tanaman muda) sebaiknya pengamatan pada fase ini dilakukan pada saat tanaman umur 15-20 hari setelah tanam (hst).  Hal yang mesti diperhatikan pada fase ini adalah warna hipokotil dimana kedelai hanya memiliki warna hijau dan ungu. Hipokotil hijau akan memiliki warna bunga putih dan ungu akan memiliki warna ungu.

Seleksi pada fase vegetatif belum dapat dilakukan dengan sempurna jika  belum dapat membedakan adanya campuran varietas lain. Jika seleksi pertama telah berhasil maka dilanjutkan pengamatan ketika kedelai mulai berbunga atau fase generatif.  Hal-hal  yang diperhatikan ada tiga pertama warna bunga pada  dimana hanya ada bunga putih ada ungu, waktu keluarnya bunga dimana pada varietas yang sama akan muncul relatif bersamaan,warna dan kerapatan bulu pada tangkai daun.  Dan yang terakhir posisi dan bentuk daun namun penilaian dan bentuk daun sangatlah sulit biasanya lebih dilihat ketegapan batang dan posis daun pada batang secara keseluruhan.

Fase yang harus diamati selanjutnaya adalah pada fase masak fisiologis, dimana keseragaman tanaman secara keseluruhan posisi daun dan polong. warna bulu dan panjangnya bulu pada batang dan polong dimana hanya ada dua warna bulu kedelai putih atau coklat. Dan terakhir penyeleksian dilakukan saat fase polong masak dimana tanaman sejenis akan memiliki kemasakan polong yang relatif seragam.