Teknopreneur.com – Indonesia menjalin kerja sama dengan Swiss untuk memperluas program bangunan hijau keseluruh kota-kota di Indonesia. kerja sama tersebut untuk
untuk mengatasai peningkatan dampak perubahan iklim dari emisi gas rumah kaca.

“Kunjungan rombongan Swiss untuk membahas serta membantu Indonesia mengenai program bangunan hijau nasional dan menghentikan gas rumah kaca,” kata Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum Imam Ernawi dalam pertemuan dengan delegasi Swiss di Jakarta, Sabtu (26/10).

“Konsep Bangunan Hijau” mampu menekan penggunaan listrik secara signifikan dengan kenyamanan yang jauh lebih baik. Penataan kawasan pun manjadi rapi dan asri, serta mengurangi emisi karbon. Di Indonesia sendiri sebenarnya sudah tercipta beberapa inovasi terkait dengan green hospitality technology termasuk green architecture atau bangunan ramah lingkungan. 

sebut saja Permeable Ceramic Paving (PCP): Alternatif Bahan Bangunan Berwawasan Lingkungan yang merupakan inovasi dari Balai Besar Keramik. Bahan yang dapat meresapkan air ini adalah keramik Porous yang berguna untuk meningkatkan cadangan air bawah tanah serta dapat digunakan sebagai sistem drainase di lingkungan pemukiman di perkotaan. Sebagaimana diketahui,menurut kajian Dewan Nasional Indonesia tentang perubahan iklim menyebutkan bahwa sektor bangunan di Indonesia menyumbang 27 persen dari total penggunaan energi.

Tinggal bagaimana inovasi asli Indonesia tersebut bisa termanfaatkan dengan baik dan mendapat sambutan dari industri sehingga memungkinkan untuk diproduksi secara massal.