Teknopreneur.com – Tahun 2012 saat kedelai mengalami paceklik pemerintah mengatakan keadaan tersebut tak akan terulang lagi. Bahkan tak tanggung-tanggung pemerintah berjanji Indonesia akan mencapai swasembada kedelai di tahun 2014. Meski hanya membutuhkan waktu dua tahun pemerintah tetap bersikeras swasembada pasti akan terjadi. Berbagai strategi pun dicanangkan mulai dari peningkatakn kualitas dan kuantitas sistem perbenihan, perbaikan teknik budidaya, mempierlancar penyedian sarana produksi, meningkatkan modal dan teknologi, mempercepat adopsi paket teknologi melalui Sekolah Lapang – Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) yang disertai dengan pengawalan, sosialisasi, pemantauan pendampingan dan kordinasi.

Pemerintah seakan bertarung untuk mewujudkan swasembada kedelai dalam waktu dua tahun. Padahal saat itu menurut data Badan Pusat Statistik tahun 2012 angka tetap (ATAP) kedelai tercatat sebesar 843,15 ribu ton biji kering atau mengalaim penurunan sebesar 8,13 ribu ton (0,96%) dibandingkan dengan tahun 2011. Pemerintah pun memprediksi pada tahun 2013 angka ramalan (ARAM) diperkirakan mencapai 847,16 ribu ton biji kering atau mengalami peningkatan sebesar 4,00 ribu ton (0,47%) dibandingkan tahun 2012. Peningkatan produksi ini diperkirakan terjadi karena kenaikan luas panen seluas 3,94 ribu hektar (0,69%) meskipun produktivitas diperkirakan mengalami penurunan sebesar 0,03 kuintal/hektar (0,20%).

Data Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian mencatat untuk menuju swasembada kedelai tahun 2014 maka sasaran produksi kedelai tahun 2013 sebesar 50% dan tahun 2014 80%. Sasaran produksi kedelai tahun 2013 sebesar 1.500.000 – 2.250.000 ton, jika dibanding dengan produksi berdasarkan Aram II 2012 sebesar 783.158 ton meningkat 91,53% – 187,30%. Sasaran luas tanam, luas panen, produktivitas dan produksi kedelai tahun 2013. Tapi ternyata prediksi meleset, tahun 2013 produksi kedelai yang diprediksi akan mencapai 50% justru mengalami kelangkaan. Harga kedelai pun melonjak hingga 400%, untuk mengatasi kelangkaan pemerintah melakukan impor besar-besaran bahkan bea masuk impor dihilangkan.

Dikutip dari Kompas.com (21/10) Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan mulai  realistis soal swasembada komoditas kedelai pada 2014.  Menurutnya tidak mungkin dalam waktu setahun produksi kedelai nasional bisa mencapai 2,5 juta ton.Produksi nasional kedelai pada 2014 mencapai 1 juta ton itu pun sudah dibilang prestasi.