Teknopreneur.com – Tahu merupakan salah satu makanan pokok masyarakat Indonesia, makanan yang terbuat dari kacang kedelai ini bergizi tinggi dan bukan hanya sari patinya saja yang bisa dimanfaatkan, namun limbahnya pun bisa dimanfaatkan menjadi biogas.

Misalnya limbah cair tahu, menurut riset Imam Riset Imam Sadzali dari Departemen Fisika, FMIPA UI 100 kg kedelai bisa diperoleh 1.500 liter biogas. bila seorang perajin memproduksi tahu dari 50 kg kedelai, limbah cair tahu dapat menghasilkan 750 liter biogas. Sehingga limbah cair tahu memiliki potensi sebagai biogas yang bermanfaat sebagai bahan bakar pengganti untuk menyalakan kompor guna memasak sehari-hari.

Kini Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek) bekerja sama dengan Kementerian ESDM, BPPT, Badan Tenaga Atom Nasional (Batan), Universitas Soedirman (Unsoed), Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas, dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, telah berhasil membangun tiga Unit Percontohan Instalasi Pengolah Limbah (IPal) dan produksi energi biogas yang dikenal dengan nama Biolita 1, 2 dan 3 dan Biolita 4. Keempat biolita itu kini masih dalam tahap pembangunan di Kalisari Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Fungsi dari Biolita itu sendiri bisa dijadikan energi alternatif.

Dampak dari berkembangnya inovasi sistem pengolahan limbah cair yang menghasilkan biogas ini telah mengantar Desa Kalisari menuju Desa Mandiri Energi yang ditetapkan oleh Kementerian ESDM. Sampai saat ini biogas yang dihasilkan dari limbah tahu telah dimanfaatkan untuk 105 rumah tangga di Desa Kalisari Provinsi jawa tengah.