Teknopreneur.com – Orang-orang bisa begitu cepat tertarik dengan media sosial namun begitu cepat menarik diri darinya.  Sebut saja friendster sebelum facebook datang ia menjadi juara. Namun menghilang saat facebook datang. Dan kini orang perlahan lahan lari ke twitter. Namun berbeda dengan You Tube, perpustakaan besar video ini bergerak lambat namun pasti. Pergerakannya semakin meningkat dan kini mencapai 40% dibandingan setahun lalu, 25% dan dua tahun lalu hanya 6%. Percepatan pertumbuhan itu meningkat seiring dengan meningkatnya pengguna smarphone. 

Youtube telah mempersiapkan lama. Secara khusus mereka telah membentuk tim pada tahun 2007, sebelum ada permintaan bahwa youtube akan terinstal ke mobile phone. Transkode semua video kini dapat dilayani pada format mobile, dan karena telah melakukan kesepakatan dengan Apple untuk mendapatkan aplikasi YouTube pra-instal pada iPhone.  

Saat itu tim YouTube memprediksi suatu saat lagi Youtube akan dibutuhkan untuk berkerja.  Untuk meningkatkan kualitas  tinggi You Tube pernah berkerjasama dengan Microsoftan.  Namun setelah berbulan-bulan bolak-balik , Microsoft meluncurkan aplikasi YouTube itu dibuat tetapi tidak memenuhi standar Google dan akhirnya ditutup.

Mulai November You Tube meluncurkan pr oduk terbaru, yakni sebuah aplikasi yang membuat pengguna bisa menyimpan dan menonton video secara offline. Sebelumnya You Tube pernah  meluncurkan multi-tasking dalam Surat iOS dan Android yang memungkinkan orang untuk meminimalkan video.  Jadi meskipun sedang mencari konten video baru mereka tetap bisa mendengar dan menonto video yang sebelumnya telah dicari.

Itu sangat membantu bagi orang yang menggunakan YouTube perpustakaan besar video musik sebagai musik layanan streaming . Ini semua telah diterima dengan baik  dan  sepertinya tidak ada pesaing sepertinya mampu untuk menantang pemerintahan YouTube sebagai rumah yang dibuat pengguna video.