Teknopreneur.com-Jika dulu disela-sela macet orang yang berada di angkutan umum sibuk melihat ke luar jendela untuk melihat tulisan-tulisan besar yang terpasang pada iklan di pinggir jalan. Kini berbeda mata mereka lebih tertuju pada gadget mereka,sibuk dengan dunia maya. Kue iklan pun tak mau ketinggalan. Ia beralih, tak lagi sibuk meramaikan jalan. Mereka kini berganti tempat, di dunia maya.

Memasang iklan di dunia maya bagi pemasang iklan bukan hanya menjadi trend namun banyak konten-konten yang gratis untuk kue iklan. Bahkan ada yang sepaket dengan iklan di media cetak. Misalnya memasang iklan di media cetak maka gratis memasang iklan di web media tersebut. Tak hanya pemasang iklan pun bisa memasang iklan secara cuma-cuma lewat jejaring sosial.  Maka tak heran jika banyak sampah iklan di dunia maya. Berdasarkan data riset dari Google. NAA dan PIB mengenai perbandingan pendapatan iklan yang didapatkan Google dan media cetak di Amerika Serikat ternyata hampir sebanding. Bahkan dalam laporan News, Google meraup untung mencapai US$ 50 miliar dari pemasangan kue iklan.

Riset yang dilakukan oleh eMarketer yang menyebutkan bahwa belanja iklan digital skala global mencapai US$ 100 miliar di tahun 2012. Bahkan proyeksi tahun ini akan tumbuh lagi hingga mencapai US$118 miliar. Pada tahun 2016 diproyeksikan bahwa Amerika Utara akan menyerap 36,7% belanja iklan global disusul Eropa Barta 23,7%. Sedangkan Asia Pasifik akan berkontribusi 29,8% dari semua belanja iklan digital global.

Di Indonesia sendiri kue iklan digital menggeliat cepat dari tahun ke tahun. Di tahun 2009 berjumlah Rp 48,5 triliun,2010 berkisar Rp 59,83 triliun, di tahun 2011 mencapai 71 triliun di tahun 2012 berjumlah 87,41 triliun dan diproyeksikan di tahun ini iklan digital akan meraup keuntungan hingga Rp 115 triliun. Iklan digital ternyata diprediksi lebih mampu menjamah konsumen karena pola perilaku mengkonsumsi media yang berubah. Meski kue iklan digital saat ini masih urutan ketiga setelah televisi dan media massa. Namun perkembangannya tak diragukan lagi semakin menggeliat.