Teknopreneur.com – Indonesia pernah mengalami kelangkaan daging sapi sehingga harus impor dari luar negeri. Untuk mengatasi tersebut maka Muhtarudin dan timnya Liman.S.Pt.,M.Si, Yusuf Widodo, M.P.,  Ali Husni, M.P membuat suplemen mineral mikro organik untuk meningkatkan produktivitas daging sapi pada ternak. Tak hanya meningkatkan bobot daging, susu pada sapi dan kambing pun ikut meningkat ketika diberi suplemen ini.

Suplemen ini bernama mineral mikro organik yang merupakan perpaduan antara mineral anorganik dengan bahan organik yaitu dengan mereaksikan mineral mikro-organik (Zn, Cu, Cr, dan Se) direaksikan dengan asam amino lysine.  Hasil penelitian yang telah dipatenkan ini dapat meningkat

Meningkatkan produktivitas karena lebih mudah diserap oleh tubuh ternak.

Secara teoritis, mineral organik meningkatkan penyerapan mineral. Pembuatan mineral organik dapat dilakukan dengan berbagai cara misalnya cara biologis (proteinat) dan cara kimiawi. Penggunaan suplementasi mineral organik (Ca, Mg/ makro mineral dan Zn, Cu, Cr, Se/mikro mineral organik) diharapkan meningkatkan penyerapan, bioproses rumen, pascarumen dan metabolisme zat makanan dalam upaya meningkatkan produksi ternak ruminansia.

Meskipun penelitian yang dilakukan sejak tahun 2006 sampai 2013 ini  agak rumit dan menelan biaya lebih tinggi dibandingkan mineral an-organic namun dapat meningkatkan bobot daging hingga 50% dan susu 25%. Penelitian yang telah mendapatkan hak paten ini bukan hanya meminamilisir kelangkaan daging sapi namun juga bisa meningkatkan akreditas program studi perternakan di Unila.