Teknopreneur.com – Pemerintah pernah berkomitmen untuk mendorong perkembangan teknologi baru komputasi awan (cloud computing) yang akan memberikan dukungan positif pada pertumbuhan ekonomi nasional khususnya bagi UKM.

Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika,  Ashwin Sasongko pada media Spetember kemarin menegaskan bahwa penerapan cloud computing akan memberikan nilai tambah yang positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Ekonomi nasional akan tumbuh lebih besar, karena teknologi baru itu akan dapat mengurangi kebocoran-kebocoran yang terjadi selama ini,” ujarnya.

Menurut Ashwin, komputasi awan merupakan suatu teknologi baru untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya teknologi informasi dan komunikasi.

“Teknologi ini diharapkan akan memberikan perubahan dalam bentuk transformasi masyarakat menuju e-masyarakat atau dalam bentuk khusus misalnya transformasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM menjadi e-UKM,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, PT Infinys System Indonesia (Infinys) baru-baru ini memperkenalkan  layanan cloud computing dengan harga terjangkau, yaitu CloudKilat. Ditujukan untuk pasar UKM, startup, dan personal, CloudKilat ditawarkan dengan harga yang kompetitif, mulai dari Rp 185.000 hingga Rp 1.899.000.

Diklaim oleh Dondy Bappedyanto selaku General Manager Infinys System Indonesia meski layanan ini dibanderol dengan harga yang terjangkau, kualitas yang diberikan CloudKilat memenuhi standar layanan komputasi awan dengan teknologi terkini. 

 “Layanan CloudKilat sangat cocok untuk memenuhi kebutuhan pengguna cloud di kalangan perusahaan kecil-menengah maupun consumer secara maksimal. Arsitektur yang kami gunakan adalah multi server dari Parallels yang memberikan kestabilan dan kemudahan dalam penggunaan, Juniper Network yang sudah banyak digunakan oleh penyedia komputasi awan kelas dunia, serta Supermicro dengan prosesor dan teknologi server terbaru yang memberikan kualitas dan kecepatan tinggi,” ujar Dondy.

Sejak CloudKilat hadir dengan versi beta pada bulan Juni 2013, Infinys berhasil menggaet sekitar 100 pengguna. Versi beta ini dimaksudkan memberikan kesempatan kepada para calon pelanggan untuk merasakan kehandalan CloudKilat tanpa dikenakan biaya. Hal ini merupakan nilai tambah yang digunakan Infinys kepada para pelanggannya. Bagi para startup, pengembang piranti lunak dan aplikasi, Infinys telah menggelar berbagai kegiatan serta diskusi di bidang teknologi informasi.

Hingga akhir tahun 2013, Infinys menargetkan jumlah pengguna layanan CloudKilat mencapai 1.000 pengguna, baik dari kalangan personal, startup, maupun UKM. CloudKilat sendiri berkomitmen untuk terus melakukan penambahan bandwidth sesuai dengan kebutuhan dan jumlah pelanggan yang ada.

Sebuah tawaran yang menarik bagi para pelaku UKM, karena ketimbang mengalokasikan modal khusus untuk belanja infrastruktur IT, akan lebih murah jika menggunakan sistem sewa terlebih dalam kondisi nilai tukar rupiah yang terus merosot.