Teknopreneur.com – Ketika zaman semakin canggih tak hanya buku yang menjadi digital, uang pun demikian. Kini uang berubah menjadi uang elektronik atau dikenal dengan e-money. Perkembangannya pun semakin pesat untuk Januari 2013 saja, Bank Indonesia mencatat jumlah uang elektronik sudaj mencapai 22,25 juta kartu dengan volume transaksi di bulan yang sama sebanyak 9,98 juta atau senilao dengan 219,7 miliar. Saat  ini pemakaian e-money terbesar berada di sektor transportasi yaitu 82,48% sedangkan untuk belanja retail hanya 16,12%.

Penggunaan uang digital sendiri pada tahun 2012 diproyeksi mencaolai 12 juta di Indonesia. Namun yang akan menjadi pengguna aktif baru berkisar 30-40% atau sekitar tiga hingga empat juta orang dimana lima hingga sepuluhnya berasal dari Industri telekomunikasi. Namun meski pertumbuhannya meningkat tajam. Dodit Wiweko Projobakti, mengatakan bahwa nilai tersebut masih kecil dibandingkan dengan e-money di negara lain.

Uang digital di Indonesia biasanya dalam bentuk kartu debet yang biasanya digunakan untuk transaksi tarik tunai. Data Bank Indonesia menunjukkan pada Juni 2012 volume tarik tunai kartu debet mencapai 169,4 juta transaksi dengan nominal RP 123,6 miliar. Sedangkan untuk transaksi belanja penggunaanya masih rendah baru 15,9 juta transaksi dengan nilai nominal 9,7 triliun. Biasanya penggunaan kartu untuk belanja lebih didominasi dengan kartu kredit.

Peralihan transaksi uang tunai ke uang elektronik bukanlah tanpa kednala masalah infrastruktur merupakan masalah utamanya. Namun bila perilaku masyarakat berubah maka urgensi penyesuaian proses transaksi bisnis ke dalam uang elektronik akan menjadi kebutuhan. Terutama untuk bisnis yang berkaitan dengan transaksi uang tunai.