Teknopreneur.com – Geliat dunia maya ternyata sudah merambah ke pasar. Dan kini pertumbuhannya meningkat tajam seiring dengan bertambahnya pengguna gadget. Kini antara penjual dan pembeli tak mesti bertatap muka, tinggal klik dan bayar, barang pun bisa langsung diantar. Hasil riset yang dilakukan oleh Daily social dan Veritrans, pasar online atau lebih dikenal dengan e-commerce dalam negeri bisa mencapai US$900 juta atau sekitar 8,1 triliun pada teahun 2011. Saat ini tingkat penetrasi e-commerce mencapai 6,5% dari total pengguna internet. Jika pengguna internet di Indonesia mencapai 77 Juta pengguna maka jumlah pembelanja online di Indonesia akan mencapai sekitar 5 juta pengguna.

Data dari PriceArea.com tercatat bahwa lebih dari 2500 situs onlien turut bersaing memperebutkan pasar e-commerce di Indonesia. Untuk pasar dalam negeri facebook masih menjadi tempat belanja paling favorit disusul oleh Kaskus dan Disdus serta toko bagus. Menurut survey yang dilakukan oleh Daily social dan veritrans tingkat penetrasi e-commerce facebook dan kaskus mencapai 50-92% sedangkan penjual online khusus gadget tingkat penetrasinya masih mencapai 5,5%. Barang yang paling banyak diburu oleh para pengguna e-commerce adalah fashion dengan tingkat penetrasi 37% lalu disusul oleh travel booking 20% dan barang elaktronik 13%.

Meski berkembang cukup besar ternyata e-commerce mempunyai tantangan dan hambatannya tersendiri kasus penipuan lewat media online masih sering terjadi. Faktor kepercayaan sebenarnya masih bisa ditanggulangi dengan sistem pembayaran gateway. Namun belum banyak perusahaan yang mau main disini. Dari sisi fasilitas e-commerce pun memerlukan kecepatan broadband namun di Indonesia kecepatan tersebut masih dalam tingkat 5%. Selain itu faktor pembayaran pun masih menjadi kendala utama.