Teknopreneur.com – Dunia geger karena Microsoft telah membeli Nokia dengan nilai yang fantastis, US$ 7,2 miliar. Namun, rupanya digit angka ini jauh lebih kecil dari nilai pembelian Skype pada bulan Mei 2011 silam, yang mencapai US$ 8,5 Miliar.

Selain membeli Skype dan Nokia, pembelian Microsoft terbesar sebelumnya adalah membeli perusahaan iklan online aQuantive senilai 6 miliar dolar pada tahun 2007. Sebenarnya, pembelian Nokia kali ini ada hubungannya dengan akusisi Microsoft terhadap Skype sebelumnya.

Ketika itu, CEO Microsoft Steve Ballmer pernah mengatakan bahwa dengan kehadiran Skype akan berimbas pada kerja sama antara Microsoft dan Nokia di masa depan dan memperkuat platform-nya dalam strategi menghadapi para kompetitornya. Ternyata, ucapannya terbukti dua tahun kemudian dengan segera mengakuisisi Nokia.

“Dengan Skype, Microsoft seakan mempunyai jalan tol atau jalan bebas hambatan sendiri untuk masuk ke platform milik orang lain seperti iOS, Android, Symbian, Brew, Maemo, dan sebagainya.” ujarnya.

Skype yang waktu itu sudah ditawar Google dan Facebook akhirnya menerima ‘pinangan’ Microsoft berkat kelihaian Ballmer. Microsoft pernah memperoleh keuntungan berkali-kali lipat setelah mengakuisisi aplikasi VoIP hasil karya programmer Estonia ini. Kini, pasca mengakuisisi Nokia, Microsoft berharap bisa meningkatkan digit laba melalui Windows Phonenya, dengan minimum margin sebesar US$ 40 dari Lumia.