Teknopreneur.com – Bagi para petani, ketepatan dalam memberi pupuk bagi tanamannya tentu sebuah keharusan. Kekurangan atau malah kelebihan pupuk akan membuat tumbuhan menjadi tidak optimal. Berangkat dari pemahaman inilah beberapa mahasiswa dari Sekolah Tinggi Telkom (STT) Bandung membuat sebuah aplikasi yang akan membantu para petani untuk memberikan pupuk. Aplikasi yang diberi nama Leafcoder ini memanfaatkan Bagan Warna Daun (BWD) untuk menentukan berapa pupuk yang harus diberikan oleh petani.

Leafcoder merupakan salah satu dari 168 aplikasi yang masuk sebagai nominator dalam gelaran INAICTA 2013. Diadakan di Binus International University FX Senayan, para nominator yang terbagi dalam 21 kategori ini harus menunjukkan hasil karyanya kepada 105 juri. Nama-nama beken seperti Andrew Darwis Kaskus hingga Adikuzma Biznet didaulat menjadi salah satu juri.

“Dewan juri terdiri dari berbagai pemangku kepentingan industri kreatif digital. Mulai dari kalangan industri, pemerintah, user hingga akademisi,” tutur Koordinator Juri, Raymond Kosala.

Animo masyarakat untuk mengikuti INAICTA tahun ini memang cukup besar. Hal ini terbukti dari akun pendaftar yang mencapai 1000 dengan didominasi kategori games. sementara itu, Andreas Surya yang menjabat sebagai Ketua Pelaksana INAICTA 2013 menyatakan animo besar masyarakat ini menandakan Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk bersaing pada level internasional.

Setelahg melewati tahapan penjurian, para finalis juga akan memamerkan karya mereka pada 31 Agustus dan 1 September di Jakarta Convention Center.Karena industri game menunjukkan perkembangan paling signifikan, tak heran jika tema expo kali ini akan bertemakan “All about Indonesia Game Industry”. Bagi anda yang merasa ketinggalan berpartisipasi dalam ajang INAICTA tahun ini, tentu tak ada salahnya untuk menyaksikan hasil karya anak-anak negri pada expo selama dua hari ini. Siapa tahu tahun depan anda lah yang akan memamerkan karya anda.