Teknopreneur.com – Tong sampah identik dengan kotor sehingga banyak orang yang tak mau buang sampah karena tempat buang sampahnya yang kotor. Alvin Sahroni, ST.,M.Eng pun berpikir bagaimana caranya agar  tangan dengan subjek pembuang sampah dengan tutup tong sampah yang kotor. Ia pun akhirnya membuat tong sampah pintar ergonomis. Secara kasat mata seperti tong sampah pada umumnya. Terbuat dari bahan plastik namun ada bagian yang dinamis/penggerak terbuat dari alumunium dan akrilik. Selain itu untuk perangkat yang mendukung kecerdasan produk ini menggunakan sensor-sensor elektronis seperti penghitung jarak, dan infra merah yang nantinya akan terhubung dengan penggerak mekanis.

Tong sampah pintar ergonomis ini juga mengintegrasikan sistem otomasi dalam gerak mekanis dari sebuah tong sampah yang memiliki kemampuang penginderaan atau sensing terhadap orang atau subjek yang akan membuat sampah. Dengan memperhitungkan sisi ergonomis demi tercapainya kenyamanan, kebersihan, serta meningkatkan kesadaran membuang sampah pada tempatnya.

Tahap awal seluruh sistem menggunakan suplai tegangan konvensional/baterai. Akan tetapi jika customer menginginkan suplai energy alternatif yang ramah lingkungan, maka produk ini juga dapat dikonstumisasi menggunakan solar panel. Orang yang akan membuang sampah akan dideteksi keberadaannya oleh sensor elektronis penghitung jarak. Jika telah mencapai jarak tertentu, sistem akan menghitung tinggi orang/subjek pembuang sampah kemudian menginstruksikan penggerak mekanis untuk menyesuaikan tinggi tong sampah dengan tinggi orang yang membuang sampah sesuai dengan prinsip ergonomi.

Setelah itu saat akan membuang sampah, sensor infra merah yang telah terintegrasi di tutup tong sampah akan mendeteksi keberadaan tangan yang akan mendekati tutupnya dan akhirnya tutup tong sampah akan terbuka otomatis. Setelah sampah dibuang, sistem akan mengkalkulasi untuk mengetahui apakah orang/subjek pembuang sampah masih ingin membuang sampah atau tidak dengan menggunakan prinsip timer. Jika tidak posisi tong sampah akan kembali seperti semula. 

Kami memberi nama produk ini dengan Unitek Smart Trash Can (USTC) atau tong sampah pintar ergonomis, karena kombinasi kata “pintar” mewakili sistem otomatis, dan kata “ergonomis” mewakili sistem kenyamanan interaksi manusia dengan mesin dan lingkungan kerjanya.

Produk ini dibuat pertama kali pada tahun 2011 (2 tahun silam) yang dimotori oleh penelitian antara dosen dan mahasiswa. Jika kita melakukan pencarian di internet, maka perusahaan/instansi/unit usaha yang menjual tong sampah sangat sedikit sekali. Tong sampah yang dibuat masih sangat konvensional, sedangkan diluar negeri pengelolaan tong sampah sendiri sudah mengintegrasikan teknologi dan sains. Ditambah lagi, kesadaran adalah masalah utama dari pengelolaan sampah/kebersihan di Indonesia.

Tipikal masyarakat pada umumnya akan lebih tertarik untuk melakukan suatu aktivitas jika ada pengemasan yang menarik atau “eye catching”. Dengan permasalahan tersebut, maka munculah pemikiran bagaimana menumbuhkan kesadaran membuang sampah dengan meningkatkan tingkat visual dari produk tong sampah konvensional yang juga memperhatikan sisi kebersihan serta kenyamanan dalam membuang sampah.

Alvin Sahroni, ST.,M.Eng kemudian ia mengajak Amarria Dila Sari,ST.M.Sc dari disiplin ilmu teknik industri dan mahasiswanya Maryonid Visi T.Y, Rizky Permana Putra dan Alfian Maarif Anatasya Boneta Putri dan Ratih Dianingtyas untuk menjadi tim riset ini.

Penelitian ini akan terus dikembangkan untuk tong sampah dengan fitur otomatisasi dan ergonomis telah dihasilkan pada tahun 2011. Untuk produk tong sampah dengan fitur otomatisasi ergonomis dengan tambahan fitur higienisasi dan sterilisasi sampah  2014, Produk tong sampah dengan fitur otomatisasi ergonomis, higienisasi dan sterilisasi ditambahi dengan fitur pemilahan sampah otomatis 2016. Untuk dapat menyelesaikan tahapan pertama membutuhkan waktu lebih kurang 6 bulan. Akan tetapi untuk meningkatkan fitur yang lain membutuhkan waktu cukup terkait dengan sensor elektronis dan analisis sistem yang akan diimplementasikan.

Apa tujuan membuat tong sampah pintar?

Tujuan tong sampah pintar ini adalah untuk meningkatkan kapasitas kearifan lokal dalam menyelesaikan permasalahan sampah di Indonesia. Dengan tong sampah pintar ini tingkat ketertarikan masyarakat dalam peduli terhadap lingkungan meningkat. Selain itu dari segi bisnis, tong sampah pintar ergonomis adalah produk yang mengintegrasikan teknologi otomatisasi dan ergonomis pada produk tong sampahnya masih belum banyak ditemui dipasaran, Sehingga baik pasar nasional maupun internasional pun masih belum banyak varian-varian sejenis yang ditemukan dan ini menjadi potensi besar untuk dapat mengeskpor karya penelitian berbasis universitas untuk dapat di produksi massal dan dirasakan oleh khalayak ramai. Produk ini sudah didaftarkan di Direktorat Jenderal Hak dan Kekayaan Intelektual (HAKI) di Jakarta yang hingga sekarang masih dalam proses pengkajian. Pendaftaran dilakukan di pertengahan tahun 2013 ini.

Tong sampah pintar ini telah mendapatkan dana bantuan untuk memasarkan produk ini pada tahun 2013 dari Direktorat Pendidikan Tinggi (DIKTI) dengan skema Pengabdian Masyakarakat berbasis Inovasi dan penelitian kampus.

Sehingga pemasaran masih terus dilakukan. Hingga saat ini beberapa instansi yang telah  kami kunjungi untuk memasarkan produk ini adalah DPRD di beberapa daerah Indonesia ( seperti jambi, dan Yogyakarta ), serta BLH Yogyakarta yang masih dalam proses penjajakan. Produk ini masih digunakan untuk kebutuhan lokal seperti dikampus dan direncanakan akan diletakkan di beberapa tempat umum seperti rumah sakit.

Pemasaran yang kami lakukan saat ini adalah 4P (Product, Price, Place, and Promotion) Product  berarti produk ini memiliki “unique selling point” yaitu sistem pintar dan ergonomis yang tertanam pada produk tong sampah. Produk ini telah memperhatikan berbagai kemungkinan dengan analisis SWOT sehingga seluruh aspek produk telah diantisipasi terlebih dahulu

Price umumnya, tagline bahwa harga melambangkan kualitas dari produk tersebut. Tetapi, dalam realita pemasaran fakta tersebut tidak sepenuhnya benar untuk dijadikan penentuan harga yang strategis. Strategi penetapan harga menjadi hal yang penting bagi produsen, karena dapat mempengaruhi konsumen untuk membeli dan juga kontinuitas dari kelangsungan penjualan produk, penetapan harga juga harus berdasarkan objektif yang hendak dicapai dari pemasaran itu sendiri.

Dengan memperkenalkan produk baru ke pasaran, memasuki segmen baru pasaran, menstabilkan harga atau menandingi harga pesaing dapat produsen jadikan strategi penetapan harga dengan itu produsen menetapkan harga menggunakan “Skimming price” yaitu menetapkan harga yang tinggi pada produk baru, dengan disertai promosi yang besar – besaran. Kemudian semakin lama, harganya akan semakin turun seiring meningkatnya jumlah pesanan dari konsumen.

Unitek Smart Trash Can (USTC) sendiri akan dihargai sebesar Rp. 800.000 – Rp. 1.200.000 / unit sesuai dengan standar prototipe yang telah dibuat. Place merupakan strategi penempatan memberi penekanan kepada aspek saluran pengedaran produk yang berfungsi menyampaikan produk kepada konsumen diantaranya meliputi transaksi, inventori, logistik dan kelengkapan fasilitas. Menawarkan produk yang tepat, di tempat/lokasi yang tepat dan pada waktu yang tepat, adalah tujuan dari strategi ini. hal ini terkait dengan makin gencarnya issue go green yang dicanangkan pemerintah, maka saat ini menjadi waktu yang tepat untuk memperkenalkan produk ini kepada pasar.

Promotion, terdapat juga anggapan bahwa produk yang berkualitas akan terjual dengan sendirinya. Tetapi, dalam strategi pemasaran, produsen memperkenalkan produk yang ditawarkan kepada konsumen. Dalam prosesnya berbagai bentuk promosi perlu dilaksanakan agar pengguna mengetahui, memahami dan kemudian membuat keputusan untuk menggunakan produk.  Tanpa promosi, pemasaran produk yang berkualitas sekalipun tidak menjadi aktif dan industri sukar memperoleh tahap kompetitif yang dikehendaki di pasaran. Oleh karena itu strateng pemasaran akan melalui beberapa media seperti media cetak dan elektronik, personal selling, dan tim Public Relation yang telah dibentuk.