Teknopreneur.com – Belakangan ini phishers, atau para pengirim phishing, tidak lagi hanya mengandalkan faktor manusia dan tidak menunggu pengguna memasukkan data mereka.

Sebaliknya, phishers kini mengirim email berbahaya berisi Trojan yang mencuri username dan password, termasuk mencuri akun perbankan online. Lampiran berbahaya tidak hanya ditemukan pada email yang dibuat mirip formulir isian untuk Facebook atau layanan online terkemuka lainnya, namun juga ditemui pada email yang disamarkan sebagai email resmi dari bank.

“Belakangan ini, spammer mulai mengirim email dengan lampiran berbahaya yang didesain mirip dengan notifikasi email tak terkirim otomatis (delivery failure notifications) yang dikirim oleh server. Cara lain yang sering ditemui adalah membuat email berbahaya seakan notifikasi dari layanan online terkenal, termasuk tautan ke situs berbahaya.” ujar Darya Gudkova, Head of Content Analysis & Research, Kaspersky Lab.

“Jumlah spyware dalam lampiran spam berbahaya menunjukkan tren yang tidak diharapkan, para pelaku terus mencari data personal, username dan password, termasuk data untuk perbankan online dan sistem pembayaran. Kaspersky Lab menyarankan pengguna untuk tetap berhati-hati, bahkan saat menerima email yang seakan berasal dari perusahaan resmi,” pungkasnya.